Cara Menilai dan Menguji Keaslian Batu Mulia

Nilai jual batu mulia menjadi sangat tinggi, khususnya bagi beberapa batu mulia semacam berlian dan safir. Di Indonesia sendiri, batu akik sejenis Bacan dan Kalimaya sudah menembus harga yang tidak murah. Hal ini disebabkan karena banyaknya orang-orang yang berburu dan berhasrat untuk memiliki batu mulia tersebut. Akan tetapi, banyak di antara para pencinta batu mulia sendiri yang belum mempunyai pengetahuan lebih tentang batu mulia asli dengan batu mulia imitasi. Hal ini akhirnya banyak dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab dengan menjual batu mulia imitasi namun diklaim sebagai batu mulia asli. Dari berbagai informasi, terdapat sebuah fakta bahwa batu mulia yang beredar di pasaran terbagi atas tiga jenis, yaitu batu mulia natural, sintetis, dan imitasi. Batu mulia natural adalah batu yang berasal dari proses pengkristalan alami di dalam bumi, sedangkan batu mulia sintetis adalah batu mulia yang proses pengkristalannya dimanipulasi oleh tangan manusia. Meskipun begitu, batu mulia sintetis diproses di laboratorium dan menggunakan komposisi yang hampir sepenuhnya sama dengan komposisi dan kandungan kimia batu mulia natural. Sementara itu, batu mulia imitasi adalah batu mulia yang dibuat menyerupai batu mulia natural. Dari segi warna maupun kekerasan, batu mulia imitasi sangatlah jauh berbeda dengan batu mulia natural, karena baik dari proses pengkristalannya maupun kandungan kiamianya, batu mulia imitasi sangat jauh berbeda dibandingkan dengan batu mulia natural. Batu mulia imitasai biasanya berbahan kaca atau bahkan plastik, dan dibuat melalui proses peleburan dan pencetakan.

1. Kekerasan
Setiap batu mulia mempunyai nilai kekerasan yang berbeda dengan jenis batu mulia lainnya. Ada beberapa cara untuk mengukur kekerasan batu mulia, diantaranya dengan cara menggigitnya sekeras-kerasnya, misalnya saja jika kita menggit mutiara, jika mutiara itu asli maka mutiara tersebut tak akan retak apa lagi pecah meskipun kita gigit sekeras-kerasnya. Adapun cara yang lebih canggih yaitu dengan menggunakan alat yang bernama hardness pointsetpencil atau yang biasa disebut dengan jarum uji permata. Dalam mengukur skala kekerasan sebuah batu mulia, ada istilah mohs yang biasanya paling sering dipakai sebagai satuan tingkat kekerasan batu mulia. Menurut teori ini, batu mulia yang mencapai nilai kekerasan 8-10 mohs masuk dalam kategori batu mulia dengan tingkat kekerasan yang tinggi, sedangkan batu mulia yang memiliki nilai kekerasan 6-7 mohs masuk dalam kategori batu mulia dengan tingkat kekerasan menengah, dan batu mulia yang memiliki nilai kekerasan 5 mohs ke bawah termasuk kategori batu mulia dengan tingkat kekerasan yang rendah. Semakin tinggi nilai kekerasan batu mulia, berarti semakin bagus kualitasnya, sehingga nilai jualnya yang semakin tinggi pula. Contohnya saja, jika dites dengan hardness point set pencil atau yang biasa disebut dengan jarum uji permata, maka berlian akan mendapatkan nilai 10 mohs, ruby, dan safir akan mendapatkan nilai 9,5 – 10 mohs, topaz 8 mohs, zamrud dan zirkon 7,5 – 8 mohs, dan opal 6-7 mohs.

halutsiana.com

2. Kejernihan
Hal yang paling mudah untuk menilai seberapa jernihnya sebuah batu mulia adalah dengan menggunakan senter, caranya dengan menempelkan batu mulia ke lensa senter. Dengan cara semacam ini, kita dapat menilai seberapa jernih kemilau sebuah batu mulia, dengan cara ini pun kita dapat melihat bagaimana terdapat urat-urat alami yang ada di bagian dalam batu mulia. Perlu diketahui bahwa batu mulia jika diterawang bagian dalamnya, pastilah kebanyakan terdapaturat-uratalami. Jika batu mulia tersebut terdapat urat-urat alami dibagian dalamnya, bisa dipastikan bahwa batu mulia itu asli, sebab sangat jarang batu mulia yang bagian dalamnya tidak terdapat pola urat-urat alami. Adapun batu mulia imitasi atau palsu biasanya dibuat dengan cara dimasak atau peleburan bahan kaca atau plastik, maka jika diterawang bagian dalam batu mulia imitasi biasanya terdapat gelembung-gelembung udara, layaknya jika kita memasak air hingga mendidih. Jika batu mulia yang Anda punyai atau Anda melihat batu mulia yang terdapat gelembung-gelembung di dalamnya, maka patutlah dicurigai bahwa batu mulia itu adalah imitasi. Kembali pada persoalaan alat untuk menilai pemantulan sinar batu mulia, terdapat sebuah alat yang lebih canggih yang biasanya dikenal dengan nama gemelogical refractometer, dengan alat ini akan tampak lebih jelas seberapa jernih kemilau batu mulia yang ingin kita lihat. Alat ini direkomendasikan bagi Anda yang berkeinginan atau sedang menjalankan bisnis batu mulia, agar tidak keliru dalam menilai kejernihan batu mulia yang akan dijual maupun dibeli. Di sini, warna merupakan sifat pembawaan yang disebabkan karena ada sesuatu zat dalam batu permata sebagai biang warna (pigment agent) yang merupakan mineral-mineral saat proses pengkristalan, di antaranya:

1. Belerang warnanya kuning.
2. Malakit warnanya hijau.
3. Azurite warnanya biru.
4. Pirit warnanya kuning.
5. Magatit warnanya hitam.
6. Augit warnanya hijau.
7. Gutit warnanya kuning hingga cokelat.
8. Hematite warnanya merah dan sebagainya.

Aneka warna batu mulia amat banyak variasinya. Hal itu boleh jadi disebabkan adanya satu unsur mineral yang berbentuk padat yang terisi zat campuran yang berbeda-beda sehingga menyebabkan warna yang berbeda-beda dan bervariasi.Contohnya, kuning, kuning muda, agak kebiru-biruan, merah, biru agak hijau, merah jambu, merah muda, agak kuning cokelat, hitam yang dinamakan carbonado, hijau daun, atau bahkan kadang kala tidak berwarna. Di bawah ini merupakan sebagian kecil contoh warna pada jenis-jenis batu mulia.
  • Putih dan bening, batu permata dengan warna ini meliputi jenis berlian putih, kwarsa yang jernih, mutiara putih, akik putih yang transparan seperti baiduri bulan dan kalsit.
  • Ungu, batu permata dengan warna ini meliputi jenis kecubung atau amethyst dan turmalin ungu. 
  • Biru tua dan indigo, batu permata dengan warna ini meliputi jenis safir seperti yang terkenal adalah blue saphire, turmalin, dan beberapa jenis batu akik yang berwarna agak biru tua atau indigo.
  • Biru muda, batu permata dengan warna ini meliputi jenis pirus, aquamarin, topas biru, malasit biru, kwarsa biru, dan turmalin biru. 
  • Hijau, batu permata dengan warna ini meliputi jenis giok, jamrud, malasit hijau, peridot, turmalin, kalsit hijau dan mata kucing yang hijau dan beberapa jenis batu akik yang berwarna hijau seperti batu hijau garut, pandan, dan Bacan. 
  • Kuning, batu permata dengan warna ini meliputi jenis berlian kuning, safir, mata kucing kuning, kwarsa yang kusam, dan beberapa jenis batu akik yang berwarna kuning seperti sungai dareh dan pandan yang berwarna kuning. 
  • Merah jingga, batu permata dengan warna ini meliputi hampir semua jenis akik terutama yang mengarah ke warna merah jingga. 
  • Merah jambu atau merah muda, batu permata dengan warna ini meliputi jenis kwarsa ros, turmalin, garnet, dan giok yang berwarna merah muda. 
  • Merah, batu permata dengan warna ini meliputi jenis mira, jasper, ruby, garnet dan beberapa jenis batu akik. 
  • Cokelat, batu permata dengan warna ini meliputi jenis mata harimau, topas cokelat, jasper, kwarsa yang kusam seperti berawan
  • Abu-Abu, batu permata dengan warna ini meliputi mata kucing abu-abu, kwarsa kusam dan beberapa jenis batu akik. 
  • Hitam, batu permata dengan warna ini meliputi jenis berlian, opal, oniks, safir hitam atau nilam dan sebagian besar jenis batu akik.

Powered by Blogger.