Warisan Terbesar Yang Ditinggalkan Seorang Ayah

halutsiana.com
HALUTSIANA.COM ~ Setiap ayah meninggalkan warisan bagi anak-anaknya, tanpa kecuali. Namun satu-satunya pertanyaan ialah, dalam bentuk apakah warisan ini?

Beberapa tahun yang lalu, sebuah tim sosiolog dari negara bagian New York, AS, berupaya menyelidiki pengaruh yang ditimbulkan oleh kehidupan seorang ayah terhadap anak-anaknya maupun generasi penerusnya. Dalam kajian itu, mereka menyelidiki riwayat dua orang pria yang hidup dalam kurun waktu yang bersamaan di abad ke-18. Satu orang bernama Max Jukes dan yang lain Jonathan Edwards. Warisan yang ditinggalkan oleh masing-masing pria tersebut bagi keturunannya menjadi bahan perbandingan yang kontras; mereka begitu berbeda, bagaikan siang dan malam.

Max Jukes bukanlah orang beriman, dan ia adalah orang yang tidak mempunyai prinsip dalam hidupnya. Istrinya juga tidak pernah menjadi orang beriman sampai saat wafatnya. Apa pengaruh abadi yang Max Jukes tinggalkan bagi keluarganya? Inilah gambaran yang diperoleh mengenai 1.200 orang keturunan Max Jukes:

* 440 orang hidup dalam pesta pora
* 310 orang menjadi gelandangan dan pengemis
* 190 orang menjadi pelacur
* 130 orang menjadi narapidana
* 100 orang menjadi pecandu minuman keras
* 60 orang mempunyai kebiasaan mencuri
* 55 orang menjadi korban pelecehan s*ks
* 7 orang menjadi pembunuh

Hasil penyelidikan membuktikan bahwa tidak satupun keturunan Max Jukes yang memberi kontribusi yang berarti bagi masyarakat. Bayangkan, tidak satupun! Sebaliknya, keluarga yang terkenal karena keburukannya ini secara total telah merugikan negara bagian New York sebesar 1.200.000 dolar AS. Sama sekali tidak ada warisan baik yang ditinggalkan.

Bagaimana dengan keluarga Jonathan Edwards? Jonathan Edwards dikenal sebagai salah satu pemikir yang paling cemerlang di Amerika. Ia adalah gembala jemaat yang terpandang dan teolog yang cerdas. Sarjana yang terkenal ini adalah salah satu hamba Tuhan yang dipakai Allah untuk gerakan Kebangunan Rohani Besar di Amerika saat itu. Di kemudian hari, Jonathan menjabat sebagai Rektor di Princeton College.

Jonathan Edwards berasal dari keluarga yang taat. Ia menikah dengan Sarah, seorang wanita yang sangat setia kepada Tuhan. Mereka berdua selalu berusaha meninggalkan warisan yang baik kepada anak-anaknya. Inilah keturunan mereka yang terungkap melalui penelitian tadi:

* 300 orang menjadi pendeta, misionaris atau guru besar di bidang teologi
* 120 orang menjadi profesor di bidang akademis
* 110 orang menjadi pengacara
* Lebih dari 60 orang menjadi dokter
* Lebih dari 60 orang menjadi penulis buku berkualitas
* 30 orang menjadi hakim
* 14 orang menjadi rektor universitas
* Banyak yang menjadi pemilik pabrik di Amerika
* 3 orang menjadi anggota kongres Amerika
* 1 orang menjadi wakil presiden Amerika Serikat

Nyaris mustahil untuk menemukan salah satu keturunan Jonathan Edwards yang tidak menjabat sebagai pemimpin utama dalam bidang-bidang yang paling besar dan paling berpengaruh di Amerika. Inilah pengaruh abadi yang dihadirkan oleh seorang pria yang taat bagi keluarga dan keturunannya.

Nah, jadi apakah warisan itu?

Setiap ayah meninggalkan warisan berupa pengaruh abadi dalam diri anak-anaknya, dan ini akan mempengaruhi generasi-generasi berikutnya. Namun, marilah kita hadapi kenyataan ini: tidak semua warisan itu sama. Ada yang produktif, ada yang destruktif. Ada yang menjadi termasyhur, ada yang tidak dikenal. Bagaimana anda menjalani kehidupan ini akan mempengaruhi generasi-generasi mendatang. Pertanyaannya ialah, bentuk warisan seperti apa yang akan Anda tinggalkan?

Warisan rohani adalah satu-satunya warisan yang benar-benar layak ditinggalkan. Warisan jenis ini adalah sesuatu yang terpenting yang Anda tinggalkan bagi generasi penerus, yaitu iman Anda di dalam Yesus Kristus dan nilai-nilai dasar rohani KerajaanNya yang kekal. Ini semua jauh lebih penting dibandingkan dengan warisan berupa harta benda. Mengapa? Seorang yang hanya mewariskan uang bagi anak-anaknya sesungguhnya sedang membuat mereka miskin. Sebaliknya, ayah yang meninggalkan warisan rohani bagi keluarganya, berapapun besarnya, membuat keluarganya mengalami kekayaan yang sejati.

Alkitab berkata, “Orang benar yang bersih kelakuannya – berbahagialah keturunannya” (Amsal 20:7). Inilah warisan rohani itu, di mana integritas pribadi dan hidup bersih seseorang menjadi berkat terbesar bagi keturunannya. (Sumber: www.abbalove.org)

No comments

Dilarang Berkomentar dengan menggunakan unsur-unsur SARA atau mencemarkan nama baik seseorang dalam bentuk apapun.

Powered by Blogger.