Bahaya Pokemon Go dan Asal-usul Pokemon Go

Halutsiana.com - Demam Pokemon awalnya hanya pada anak - anak yang gemar menonton sebuah cerita film kartu yang diputar oleh berbagai stasiun televisi, kemudian dimanfaatkan oleh industri mainan anak-anak untuk dibuat mainan seperti boneka, robot dan lain sebagainya. Pada medio tahun 1996, Pokémon diambil alih oleh Nitendo dengan memproduksi game, kartu, dan tayangan TV Pokémon.

Pertengahan 2016 dunia dihebohkan oleh game kontrovesi yang bernama Pokemom Go. Game ini sendiri dibuat oleh John Hanke, mantan petinggi google, pembuat google earth. Jhon Hanke saat merilis game Pokemon Go sangat yakin akan diterima oleh seluruh masyarakat dunia. Game yang berbasis smartphone ini  dwn telah menjadi tren disetiap negara, ternyata mempunyai banyak kerugian dibandingkan dengan keuntungannya.

halutsiana.com

Di Indonesia sendiri, banyak kalangan menghimbau agar game Pokemon Go ini diblokir oleh pemerintah. Namun kenyataanya yang dimuat oleh berbagai media, pokemon tidak akan diblokir, karena secara umum Pokemon Go tidak berbahaya. Meskipun demikian, permainan ini sudah banyak menyebabkan kecelakaan, tersesat, perampokan, bahkan kecanduan dari game ini.

Permainan ini adalah permainan yang diadopsi dari film Pokémon yang terkenal di tahun 1996. Banyak yang mengklaim game ini memiliki kekuatan magis, tetapi banyak juga yang mengklaim game ini menyehatkan sebab membuat penggunanya aktif bergerak.
Pokemon Pernyataan kontroversi dari seorang Pendeta di Amerika yang bernama Rick Wiles, yang mengatakan bahwa game ini berbahaya untuk keimanan seseorang.
“Saya percaya hal ini adalah magnet dari kekuatan iblis. Semua karakter di Pokémon Go seperti Iblis di dunia nyata", ujarnya. Sementara itu, gereja-gereja Inggris dan Amerika pun telah didorong bahwa permainan ini akan menimbulkan bahaya yang lebih serius lagi.
Berbagai komentar didunia maya menjelaskan bahwa film Pokémon menggunakan teknik-teknik okultisme seperti hipnotis, telekinesis, teleportasi, dan sebagainya. Ditekankan juga bahwa yang kuat dalam film Pokémon adalah agama Sinto, yang notabene nilai-nilainya bertentangan dengan agama pengguna game ini.

Rilisan terbaru media online, kompas.com, mengatakan bahwa, Majelis ulama Arab Saudi, perubahan hewan dalam permainan Pokemon – untuk memperoleh kekuatan tertentu – mengandung penyesatan karena mempromosikan teori evolusi alam.
"Adalah hal sangat mengejutkan bahwa kata 'evolusi' keluar begitu banyak dari mulut anak-anak," kata fatwa majelis ulama Arab Saudi.
Mereka juga mengatakan, permainan Pokemon mengandung hal lain yang dilarang dalam agama itu, seperti "penyekutuan Tuhan dengan adanya dewa, perjudian, pemujaan berhala yang dilarang dalam Al Quran ".

Harian Kompas tanggal 18 dan 23 Desember 1997 serta 28 November 1999 memberitakan bahwa kartun POKÉMON membawa banyak dampak buruk. Sebanyak 11.870 anak, sebagian besar murid SD, mengalami gejala “television epilepsy” (mual, sakit kepala di sekitar mata, kaku, kejang kelojotan, dan kehilangan selera makan), 200 anak terpaksa dirawat di rumah sakit. Diduga hal ini terjadi akibat korban melihat sinar merah kuat yang dipancarkan sebanyak 650 kali selama lima detik oleh Pikachu sehingga mengganggu saraf anak.

Selain itu, California Selatan dan Texas pernah dilanda histeria massa karena para orangtua ‘dipaksa’ berpindah-pindah dari satu restoran ke restoran Burger King lain hanya untuk dapat menghentikan rengekan tangis anak demi sebuah boneka POKÉMON! Philadelphia, Quebec dan North Carolina harus pula berhadapan dengan kriminalitas anak akibat “demam Pokémon” yang memakan korban fisik dan jiwa.

Pokémon secara terminologi berasal dari kata Jepang yaitu, “Poketto” dan “Monsut”, yang biasa di kenal dengan Pocket Monster. Menurut  kepercayaan Paganisme, terdapat empat unsur utama yaitu bumi, angin, air dan api, yang semuanya itu ditemukan dalam Pokémon. Ahli filsafat ternama, C.G. Jung mengatakan bahwa kekuatan ilmu sihir dan ilmu-ilmu evolusi serta energi-energi diatas dapat membuat seseorang mencapai pencerahan spiritual dan keberhasilan.

Seorang pekerja bidang Okultisme, Doris Wagner, isteri dari Peter Wagner, mengatakan bahwa Pokémon merupakan satu dari sekian banyak hal yang membahayakan, selain Holloween, Harry Potter dan Serail TV Buffy. Seorang pelayan Okultisme lainnya, Bill Schnoebelen juga mengatakan bahwa pengguna game Pokémon Go bisa terlibat dalam segala macam kegiatan yang akan dianggap kegiatan okultisme bila dilakukan dalam kehidupan nyata.

Permainan Pokémon Go sangat menghibur dan menarik, namun tak salah bila kita menjaga dari pengaruh okultisme dan dapat mempengaruhi kalangan muda, terutama anak-anak yang gampang diikat dan diperbudak oleh game-game seperti ini. (Penulis :Ya2n/ dari berbagai sumber)

No comments

Dilarang Berkomentar dengan menggunakan unsur-unsur SARA atau mencemarkan nama baik seseorang dalam bentuk apapun.

Powered by Blogger.