Selayang Pandang Tentang Kanker, Kemoterapi dan Efek Sampingnya

Kebutuhan masyarkat, khususnya pasien, keluarga dan kerabat untuk informasi tentang kemoterapi semakin meningkat, sesuai dengan semakin sadarnya masyarakat tentang permasalahan dan penanggulangan penyakit kanker.

Ada bebagai jenis pengobatan kanker satunya adalah kemoterapi. Informasi yang praktis dan komunikatif tentang kemoterapi dapat membantu pasien, kerabat dan keluarga untuk lebih memahami apa, mengapa, untuk apa, siapa, dimana, dan bagaimana pengobatan kanker dengan kemoterapi dilaksanakan.


Kebutuhan masyarkat, khususnya pasien, keluarga dan kerabat untuk informasi tentang kemoterapi semakin meningkat, sesuai dengan semakin sadarnya masyarakat tentang permasalahan dan penanggulangan penyakit kanker.

Ada bebagai jenis pengobatan kanker satunya adalah kemoterapi. Informasi yang praktis dan komunikatif tentang kemoterapi dapat membantu pasien, kerabat dan keluarga untuk lebih memahami apa, mengapa, untuk apa, siapa, dimana, dan bagaimana pengobatan kanker dengan kemoterapi dilaksanakan.

Apakah Kanker Itu?
Kanker adalah penyakit yang dapat menyerang seluruh bagian tubuh. Tubuh secara teratur memproduksi sel baru yang berguna untuk pertumbuhan serta menggantikan sel yang rusak atau yang sakit. Secara normal, sel tumbuh dan berkembang dengan cara tetap. Namun ada pula pertumbuhan yang tidak normal (tidak terkontrol) yang kemudian tampak menjadi benjolan yang disebut tumor.
Tumor terdiri dari tumor jinak dan tumor ganas. Tumor jinak adalah pertumbuhan sel abnormal yang tidak melewati batas jaringan, tumbuh lamban bersimpai atau berselaput pembungkus sehingga mudah diangkat atau dioperasi. Sedang tumor ganas atau kanker adalah pertumbuhan sel abnormal yang sangat cepat, tidak bersimpai, tumbuhnya menyusup kebagian lain melalui pembuluh darah dan pembuluh getah bening.

Karsinogenesis atau proses terjadinya kanker dimulai dengan perubahan sederhana yang serng kali berubah menjadi tumor ganas atau kanker. 
Sel kanker dapat lepas dari sel kanker asal (primary cancer) atau kanker primer melalui aliran darah atau saluran limfatik (kelenjar getah bening) dan menyebar ke bagian tubuh yang lain, disebut tumor sekunder atau metastasis. Disamping berasal dari jaringan, kadang-kadang sel-sel induk darah di sumsum dapat memperbanyak diri secara abnormal, dan dikenal sebagai kanker darah (leukemia), myeloma multiple dan limfoma malignum.

Pengobatan Kanker
Pengobatan kanker bergantung pada jenis atau tipe kanker yang diderita, dari mana asal kanker tersebut atau pola penyebarannya. Umur, kondisi kesehatan umum pasien serta sistem pengobatan juga mempengaruhi proses pengobatan kanker. 

Pengobatan yang umumnya diberikan adalah melalui:
Pembedahan atau operasi
Kemoterapi (dengan obat-obatan)
Radioerapi 
Terapi hormonal
Imunoterapi
Imunoterapi (peningkatan daya tahan tubuh)

Secara umum biasanya digunakan lebih dari satu macam cara pengobatan diatas, misalnya pembedahan yang ikuti kemoterapi atau radioterapi, bahkan seringkali pengobatan dilakukan dengan kombinasi (operasi, kemoterapi dan radioterapi). Sesudah itu, kadang-kadang diberikan terapi hormonal dan biologik kebanyakan sesuai kebutuhan.

Tujuan utama operasi adalah mengangkat kanker secara keseluruhan, karena kanker hanya dapat sembuh kalau belum menjalar ke tempat lain. Sedangkan kemoterapi dan radioterapi bertujuan untuk membunuh sel-sel atau menghentikan pertumbuhan sel tersebut, atau paling tidak memperlambat perkembangan sel kanker

Dengan demikian  kanker dapat disembuhkan secara total melalui kemoterapi dan radioterapi atau bila kanker sudah sedemikian lanjut, setidaknya pengobatan tersebut dapat berfungsi mengurangi gejalanya.

Apakah kemoterapi itu?
Kemoterapi adalah proses pengobatan dengan mengunakan obat-obatan yang bertujuan untuk membunuh sel kanker atau memperlambat pertumbuhan sel kanker.
Banyak jenis obat-obatan yang dapat digunakan dalam kemoterapi. Kemoterapi yang terdiri dari beberapa jenis obat dalam waktu yang bersamaan dinamakan kemoterapi kombinasi, namun ada juga kemoterapi yang terdiri atas satu jenis obat saja yang dinamakan kemoterapi tunggal.

Tujuan kemoterapi
Tujuan kemoterapi adalah  untuk mengobati dan menghambat perkembangan kanker atau mengurangi gejalanya. Beberapa jenis kanker dapat disembuhkan secara tuntas dengan satu jenis kemoterapi atau dengan kombinasi beberapa jenis kemoterapi.
Bila kemoterapi tidak dapat menghilangkan kanker, maka kemoterapi yang diberikan bertujuan untuk mengurangi gejala yang timbul pada pasien, seperti meringankan rasa sakit dan memberi perasaan lebih baik serta memperkecil daerah tubuh yang terserang kanker. 

Bagaimana pemberian kemoterapi?
Kemoterapi dapat diberikan dengan beberapa cara yang dilaksanakan dalam periode tertentu. Drips atau infus adalah terapi yang memasukan cairan obat kanker kedalam selama beberapa jam atau hari. Intravenous atau infus, tablet, dan suntikan melalui otot termasuk cara pemberian kemoterapi. Kadangkali diperlukan pemasangan kateter vena entral, yang dapat dipasang dengan waktu lama bila suntikan harus dilakukan secara terus menerus.

Apakah kemoterapi menyakitkan?
Secara umum tidak. Banyak orang beranggapan bahwa infus atau penyuntikan obat kemoterapi akan menyebabkan rasa sakit diseluruh tubuh. Anggapan ini amat salah. Kadangkala rasa panas atau terbakar dirasakan setelah pemberian obat kemoterapi melalui pembuluh darah, tetapi hanya sebatas dan sepanjang pembuluh darah tempat penyuntikan yang dilalui obat dan hanya beberapa saat saja. Namun hal ini tidak selalu terjadi. Rasa sakit yang hebat hanya terjadi apabila terjadi kebocoran pada pembuluh darah atau yang disebut dengan ekstravasasi.

Bagaimana Kemoterapi dan efeknya?
Segeralah menghubungi dokter bila hal-hal dibawah ini terjadi:
Demam diatas 38 derajat selsius
Mudah memar dan perdarahan
Muntah-muntah yang tidak berhenti lebih dari 24 jam setelah kemoterapi
Sembelit, diare atau sakit perut
Penurunan atau gangguan kesehatan setelah kemoterapi

Tujuan utama kemoterapi adalah membunuh sel kanker, namun tidak bisa dihindari timbul efek samping dari proses terapi tersebut. Namun efek tersebut dapat hilang dengan sendirinya atau dapat dikurangi dengan beberapa cara.
Efek samping yang timbul tidak sama pada setiap orang walaupun dari jenis terapi yang sama. Reaksi dan periode pun bervariasi untuk tiap-tiap pasien. Efek samping yang biasanya muncul adalah: lemas, sariawan, kesemutan, rasa baal, atau efek samping lain pada darah seperti kurang sel darah merah dan sel darah putih.

Bagaimana mengatasi efek samping kemoterapi?
Efek samping dapat muncul kala sedang melakukan kemoterapi atau setelah kemoterapi dilakukan. Berikut cara mengatasi efek kemoterapi.

Lemas
Lemas terjadi karena lelah, mengantuk, pusing, cemas atau ketidaksabaran karena terkurasnya tenaga. Bila pasien lemas berarti energi berkurang dan sulit untuk berkonsentrasi. Pilihlah hari yang tepat untuk menjalani terapi supaya pasien dapat beristirahat dengan maksimal. Jangan terlalu memaksakan diri, istirahat yang cukup, konsumsi makanan yang sehat, banyak minum air dan sebelum melakukan terapi harus melakukan pemeriksaan darah. Karena kekurangan Hb juga dapat mengakibatkan lemas.

Mual
Efek samping yang kemoterapi berupa mual adalah masalah umum pada pasien dengan kemoterapi. Namun sebenarnya hal ini bisa diatasi dengan obat-obat anti-mual dan anti-muntah yang biasanya diberikan dalam bentuk suntikan beberapa menit sebelum kemoterapi. Setelah kemoterapi pun akan diberikan obat anti mual dan anti muntah dalam bentuk tablet untuk diminum kala pasien bada dirumah.

Setelah pengobatan, minumlah sedikit sedikit, jangan langsung dalam jumlah yang banyak, untuk mengembalikan kekuatan. Pilihlah minuman yang ringan seperti air putih, teh, soda, juice. Jangan minum minuman yang mengandung alkohol.

Gangguan pencernanaan
Sembelit dapat dihindari dengan makan makanan berserat. Diare dapat diatasi dengan sering makan makanan ringan, seperti roti dan biskuit. Hindari makanan panas, terlalu dingin, pedas, berlemak, serta kasar berbiji. Beberapa jenis kemoterapi menimbulkan efek samping diare berat. Bila pasien menjalani pengobatan jenis ini, maka dokter akan memberitahukan cara penanganannya. 

Sariawan 
Beberapa jenis obat dapat menimbulkan penyakit mulut seperti terasa tebal atau infeksi. Efek tersebut berlainan untuk masing-masing pasien. Kondisi mulut yang sehat sangat penting dalam kemoterapi. Sikatlah gigi minimal dua kali sehari dan kumur dengan obat anti kuman untuk menghindari sariawan. Bila mulut terasa kering, pasien harus banyak minum, makan makanan yang lembut, atau bisa mengunyah permen karet.

Rambut rontok dan masalah kulit kepala
Beberapa jenis obat kemoterapi menyebabkan kerontokan rambut yang bersifat sementara, biasanya terjadi dua atau tiga minggu setelah kemoterapi dimulai. Tingkat kerontokan rambut dipengaruhi oleh jenis obat yang digunakan saat terapi.

Ada yang mengalami kerontokan pada awal kemoterapi, ada juga yang mulai rontok setelah kemoterapi. Selain itu kerontokan juga berlaku pada beberapa bagian tubuh lain. Untuk beberapa orang, pemakaian topi atau kerudung akan menjadi pilihan ketik terjadi keontokan. Jangan lupa memakai kaca mata hitam sebagai pelindungan terutama bila bulu mata rontok
Berikut perawatan rambut rontok akibat kemoterapi:
Jaga kebersihan rambut dan kulit kepala
Gunakan shampo bayi atau shampoo yang lembut
Sisir rambut dengan perlahan dengan menggunakan sisir yang besar dan lembut.
Gunakan sarung bantal yang terbuat dari bahan katun, satin atau polyester. Jangan gunakan bahan kasar seperti nyilon yang dapat menimbulkan iritasi pada kulit kepala. Agar kerontokan tidak bertambah parah, sebaiknya jangan menggunakan krem, pengering rambut, roll rambut, gell, foam dan hair spray.

Otot dan saraf 
Beberapa jenis obat kemoterapi menyebabkan kesemutan dan mati rasa pada jari-jari tangan atau kaki, serta lemah pada otot kaki. Efek samping tersebut mungkin dapat diatasi dengan sedikit perubahan pada kemoterapi. Beberapa obat kemoterapi  dapat menyebabkan nyeri pada otot. 

Efek pada darah 
Sum-sum tulang berfungsi sebagai pabrik yang memproduksi sel darah dan mengontrol tingkat normal sel darah agar kita selalu dalam kondisi fit. Periksa darah secara lengkap, sebelum kemoterapi dapat mengatasi efek samping lainnya.
Penurunan jumlah sel darah dapat mefngakibatkan bebeapa kondisi sebagai berikut:

Mudah terkena infeksi
Untuk menegah infeksi, biasanya diberikan pengobatan G-CSF, pada pasien setelah menjalani kemoterapi, untuk membantu meningkatkan jumlah sel darah putih yang berfungsi untuk perlindungan terhadap infeksi.

Perdarahan
Keping darah atau trombosit berperan dalam proses pembekuan darah. Penurunannya (trombositopenia) dapat menyebabkan perdarahan atau mudah timbul lebam pada kulit.

Anemia
Sel darah merah membawa oksigen keeluruh tubuh, sehingga bila jumlah sel darah merah menurun, maka terjadi anemia sehingga seseorang akan menjadi sangat lemah, mudah lelah dan tampak pucat. Dari beberapa masalah darah diatas hanya diatasi dengan banyak istirahat, makan makanan bergizi dan konsultasilah dengan dokter.
(editor: ya2n)

No comments

Dilarang Berkomentar dengan menggunakan unsur-unsur SARA atau mencemarkan nama baik seseorang dalam bentuk apapun.

Powered by Blogger.