Sebuah Cermin Untuk Menghasilkan Uang Tanpa Uang

Saya mengawali tulisan ini dengan sedikit menceritakan tentang kisah saya pada saat ini. Sebagai pekerja profesional yang mandiri (self-employed) saya tidak punya uang untuk membeli rumah bahkan hidup indekos alias tidak punya rumah. Mungkin saya bisa menyebutnya sebagai tunawisma.

Saya sering melihat teman-teman saya bekerja untuk hidup yang hanya bersandar pada angka beberapa rupiah di slip gaji mereka. Mereka bekerja hanya untuk menghidupi diri sendiri atau keluarga untuk satu bulan kedepan, begitu terus hingga masa pensiun tiba.

Lebih parahnya lagi, ada juga yang mempertahankan hidup sebulan dengan hutang yang dibayar dengan gaji bulan depan, dengan kata lain mereka terima upah bulan ini hanya untuk bayar hutang bulan lalu.

Kisah diatas bukan hanya terjadi pada orang-orang sekeliling saya, tapi juga terjadi pada saya. Saya melihat semua ini  sebagai cermin untuk menunujukan kepada diri saya, siapa saya sebenarnya.

Dengan kondisi keuangan seperti ini, saya membutuhkan uang sebagai modal usaha saya untuk menghasilkan uang. Yah, "butuh uang untuk menghasilkan uang." Mungkin ini sebuah kalimat yang cocok disematkan pada situasi ini.

halutsiana.com

Namun saya renungkan, apakah boleh, kita tidak butuh uang untuk menghasilkan uang? Banyak orang tentunya tidak setuju dengan hal ini, tapi saya harus mengajak kita semua realistis dengan hal ini, bahwa tak selamanya menghasilkan uang harus dengan uang.

Ayah saya seorang yang berpendidikan, namun secara ekonomi dia bukanlah orang kaya, karena hingga sekarang dia hanya menikmati uang pensiunnya yang diberikan oleh negara dan terkadang tidak mencukupi untuk hidup sebulan. Padahal anak-anaknya sudah dewasa dan mempunyai penghasilan sendiri.

Beruntung dia mempunyai anak-anak yang tidak melupakan kebaikan orang tua sehingga mereka sering memberikan sedikit uang saat gajian.

Dahulu ayah saya berkata: "sekolah yang benar, rajin belajar hingga sukses, biar dapat kerja untuk hidup nanti."

Itu adalah kata-kata klise yang sering keluar dari mulut orang tua saya. Padahal, sebagian kita yang berpendidikan tinggi hanya mendapatkan upah untuk makan setiap bulan.

Jadi sebuah pertanyaan, apakah kita bebas dari kemiskinan jika kita berhenti bekerja keras? Apakah kita bisa seperti Bill Gates pendiri Microsoft? Atau Steve Jobs pendiri Aple Computers?

Jika kita berhenti bekerja entah karena sakit atau apa saja, maka kemiskinan akan ada dipihak kita.

Mereka yang saya sebutkan diatas tidak mempunyai pendidikan tinggi tapi bisa menjadi kaya dan terus menghasilkan uang saat tidak bekerja. Why?

Jawabannya singkat, karena mereka bukan hanya bekerja keras, tapi juga bekerja cerdas.

Kerja cerdas adalah bekerja karena dorongan iman yang diyakini sebagai impian. Saya sudah punya impian yang saya imani, tapi jika saya tidak punya tekad besar untuk mengerjakan impian saya, maka saya akan bernasib seperti ayah saya nanti.

Saya harus menggunakan aset yang Tuhan berikan untuk untuk mengejar Impian saya dan belajar dari setiap orang-orang yang ada disekitarku. Karena guru yang baik adalah pengalaman.

No comments

Dilarang Berkomentar dengan menggunakan unsur-unsur SARA atau mencemarkan nama baik seseorang dalam bentuk apapun.

Powered by Blogger.