Gadis Ini Membuat Nama Tobelo Terdengar Hingga Sampai Ke Jerman

Gadis 24 tahun yang berprofesi sebagai perawat profesional di Tobelo, Leady Deassy Lamidja setidaknya sudah membuat warga Halmahera Utara berbangga.Wanita yang dalam kesehariannya juga bekerja sebagai dosen di STIKES Halmahera dan guru dibeberapa sekolah kejuruan kesehatan ini mengaku senang bisa mempromosikan budaya Halmahera Utara di Jerman.Melalui pelayanan gerejawi Leady diutus oleh GMIH Siloam yang beralamat di Desa Gosoma, Tobelo. Cewek hitam manis ini diutus oleh gerejanya dalam rangka Evangelical Mission Solidarity di Stuttgart, Jerman. Seperti diketahui bahwa Jemaat Rohr-Dürrlewang (Laurentiuskirche) di Stuttgart dan Jemaat GMIH Siloam Gosoma bekerja sama pelayanan kepemudaan yang diberi nama Ecumenical Youth Volunteer Program. "Kami merupakan mitra pelayanan kepemudaan antara gereja, kebetulan tahun ini Jemaat GMIH Siloam diminta untuk datang ke Jerman", tutur Leady saat dikonfirmasi halutsiana.com. "Kali ini hanya saya sendiri dari Indonesia, mungkin tahun depan dari gereja di wilayah lain yang akan ke Jerman" timpal Leady.

halutsiana.com
     
Dalam pelayanannya di Stuttgart, Leady tak lupa mempromosikan wilayah Halmahera Utara dengan sejumlah budaya yang membuat rekan-rekannya dari berbagai negara menjadi kagum. Media online Ecumenical Youth Volunteer Progrogramme of EMS dalam rilisannyan menulis kesaksian dari Leady tentang budaya orang Tobelo yang saling mencintai meski 14 tahun yang lalu ada konflik horizontal di Maluku Utara."Saya bersahabat dengan orang yang tidak seiman dengan saya, saya juga mengajar anak-anak yang tidak seiman dengan saya. Saat Natal teman-teman saya yang non-kristen melengkapi kebahagiaan saya dihari Natal",tulis ems-online.org.

halutsiana.com

Leady merupakan salah satu pemudi HALUT yang ulet dan tipe wanita pekerja keras. Selama di Jerman dia harus mempresentasikan secara khusus program Pemuda GMIH Siloam Gosoma. Sudah dua kali mepresentasikan Jemaatnya dan budaya Tobelo dalam bahasa Inggris, Leady tak gentar meski kemampuan berbahasa Inggrisnya hanya pas-pasan. "Saya sudah dua kali presentasi tentang pemuda gereja yang bertajuk Jugendnetwerk (artinya jaringan pemuda) , semuanya berjalan lancar walau bahasa inggrisku tak lancar", tulis Leady saat dikonfirmasi halutsiana.com via pesan FB.

Beberapa hari yang lalu Leady berhasil memaparkan semua program pemuda gerejanya melalui acara dalam bahasa Jerman Halmahera Abend yang artinya Malam Halmahera. Dalam berbusana, Leady selalu berpenampilan dengan busana khas Hibualamo, yakni pakaian adat Tobelo. Ini artinnya budaya HALUT ikut diperkenalkan olehnya.

Mari terus berdoa buat Leady agar tugas dan panggilannya sebagai pemuda gereja berjalan dengan baik oleh karena tuntunan Tuhan. Dalam program ini, Leady harus terpisah dengan orang-orang yang dicintainya selama enam bulan dan semoga Tuhan Selalu bersamanya. (halutsiana.com: WFP)

Post a comment

2 Comments

Dilarang Berkomentar dengan menggunakan unsur-unsur SARA atau mencemarkan nama baik seseorang dalam bentuk apapun.