Buat Kamu Yang Mendapat Undangan Pernikahan Dari Orang Yang Kamu Cintai

HALUTSIANA.COM- Ketika kehilangan, waktu terasa lebih cepat. Malam terasa terlalu pendek, aku ingin tidur berlama-lama dalam keperihan. Hanya dengan tidur aku bisa bermimpi tentang keindahan cinta.

Setelah mendapat kabar tentang undangan pernikahannya, tiap hari aku berpikir bagaimana caranya supaya aku benar-benar enyah ketika hari itu tiba. Tanpa sadar, aku selalu menghitung detik-detik yang ingin melepaskan roh dari tubuhku. Hari, minggu terlewati dan beberapa hari lagi pernikahan itu harus digelar. Aku berkelahi dengan geliat luka, pertanyaan-pertanyaan dan ratusan pertimbangan terus bertarung dalam pikiran sempitku.
halutsiana.com

Setelah kurasa jenuh, aku mulai berani mencoba mengambil keputusan. Deritaku sejak mendengar dia menikah karena satu hal yang tak terbantahkan, yaitu aku sulit melupakannya. Aku harus belajar menyakiti perasaanku yang notabene sudah tercabik oleh penghianatan. Aku harus meninggalkan semua tentang dia.
Tapi rencanaku bukan hal yang mudah karena cintanya tertanam begitu dalam, lima tahun memelihara cinta yang terus bertumbuh, tentunya terus berakar disetiap relung jiwa. Biar sakit, biar mati aku masih tetap saja menyebut namanya dalam hatiku. Kenangan - kenangan itu menyusup kembali meminta pikiranku mengingat kembali senyumnya, suaranya, kerling matanya, bahkan bibirku menyungging senyum sendiri mengingat candaanya , senyum yang miris.

halutsiana.com

Hari berlalu begitu saja. Meski aku tak memiliki lagi hari-hari istimewa, aku harus terus berlari meninggakan masa lalu, semuanya sudah berlalu sekencang hari yang terus berlalu.
Aku harus melupakan tentang pesta, tentang selingkar cincin, tentang dua mempelai berjalan pelahan, tentang puadai yang berhias bunga, tentang harum melati di baju pengantin, tentang kecupan lembut dikening, semuanya harus kulupakan karena bukan aku yang ada dalam kebahagiaan itu melainkan orang lain.

Air mata adalah bentuk sujutku pada Tuhan. Tuhan akan menyatukan kepingan hatiku yang terlanjur berserahkan kemana-mana.


Sungguh kutahu nanti akhirnya
Kau membiarkanku dan menemuinya
Lalu kau menjadi pakaiannya
Dan melupakanku yang kedinginan. 
(Y2n)

Post a comment

0 Comments