Kesaksian Pengidap Kanker Yang Sembuh Di Siloam Hospitals Manado

Kanker lebih dari pembunuh berdarah dingin yang siap menghabisi nyawa siapapun yang diserangnya. Menurut data WHO (2004), kanker merupakan penyebab utama dari kematian yakni sekitar  7,4 juta jiwa atau 13 persen dari total kematian disebabkan oleh kanker. Itulah alasan mengapa kanker sangat ditakutkan oleh setiap orang.

Akan tetapi berbeda dengan salah satu pengidap kanker yang satu ini, tetap semangat melawan penyakitnya yang siap memutuskan rantai kehidupannya. Adalah Jodi Mundung, seorang bapak yang kesehariannya bekerja sebagai guru SMP Negeri 5 Tareran harus bergulat dengan penyakit yang dia derita.

Awal Desember 2014 adalah sebuah babak baru dalam kehidupannya dimana dia baru saja didiagnosa mengindap penyakit Limfoma Non Hodgkin. Bukannya kecewa atau putus asa, Jodi Mundung justru terus bersemangat jalani hidupnya dan mencari jalan keluar agar sembuh dari penyakitnya, meski tidak sedikit orang yang pesimis dengan kehidupannya, oleh karena penyakit kanker.
halutsiana.com
Bapak Jodi, saat jalani kemoterapi pertama kali
Hingga pada medio 2015,oleh dr. Harlinda Haroen, Sp. PD-KHOM,  bapak Jodi disarankan menjalani kemoterapi di Siloam Hospitals Manado. Tanpa rasa takut dan didukung penuh oleh istri tercinta, bapak Jodi membuktikan bahwa kemoterapi tidak seburuk seperti yang dikatakan oleh sebagian orang.
Jodi Mundung dan Istri di Siloam Hospitals Manado
" Banyak orang pesimis tentang kemoterapi yang saya jalani. Tetapi bagi saya, hanya semangat, doa dan keyakinan yang akan membawa saya pada tahap kesembuhan". Tutur bapak yang berumur 52 tahun ini.

Selama menjalani kemoterapi sebanyak sembilan siklus, bapak Jodi terus berbenah diri, khususnya hubungan pribadinya dengan Sang Penebus Dosa, Yesus Kristus.
Menurutnya, semua ini tidak terlepas dari tangan Tuhan yang terus menolongnya dalam rangka menjalani kemoterapi.
"Sungguh saya sangat bersyukur, karena Tuhan membawa saya ke rumah sakit ini (Siloam Hospitals Manado), yang notabene senyuman manis perawatnya membuat saya terus bersemangat". Kata bapak Jodi. "Sembilan siklus yang setiap siklusnya hanya berjarak 21 hari, bukanlah hal yang gampang, tapi sekali lagi semua ini karena Tuhan". Timpalnya, dengan mata berkaca-kaca.

Seperti diketahui bapak Jodi Mundung adalah salah satu pasien kanker yang dinyatakan sembuh berdasarkan hasil pemeriksaan penunjang. Semuanya ini tidak terlepas dari kerja sama yang solid antara perawat dan dokter yang menanganinya yakni dokter Harlinda Haroen.

Ketika halutsiana.com bertanya, apakah akan terus memotivasi pengidap kanker yang lain? Bapak Jodi mengatakan bahwa dia akan terus memotivasi mereka dan akan memberi semangat kepada siapa saja pengidap kanker untuk melakukan kemoterapi.

" Terima kasih buat dokter Harlinda Haroen dan Siloam Hospitals Manado atas pelayanannya, semoga Tuhan senantiasa memilihara kalian semua". Kata Jodi Mundung mengakhiri percakapannya dengan penulis. (Ya2n)


Post a comment

0 Comments