Ilustrasi: Cara Mengisi Hidup Dengan Hal-hal Yang Diutamakan

Hidup tidaklah susah seperti yang diungkapkan oleh beberapa orang, akan tetapi hidup akan menjadi lebih sulit jika dalam kehidupan kita, lebih mengutamakan hal-hal kecil yang tidak berguna. Waktu untuk menempuh hidup didunia hanyalah sebatas uap yang membumbung diudara, sebentar lagi akan hilang.
Tuhan dan Keluarga terkadang menjadi hal yang yang sangat diabaikan dalam hidup dizaman digital sekarang ini. Manusia lebih banyak menghabiskan waktu untuk media sosial seperti facebook, twitter, instagram dan lainnya dibandingkan dengan sekeliling kita yang lebih membutuhkan kasih  sayang.
Berikut sebuah ilustrasi yang admin ambil dari berbagai sumber tentang hidup anda dan kita semua.

Seorang dosen mengajarkan tentang arti sebuah kehidupan kepada mahasiswanya dengan membuat suatu ilustrasi memakai toples kosong yang diisi oleh bola tenis hingga penuh.
Tuhan dan keluarga harus diutamakan
Ilustrasi Gambar: Istimewa
Kemudian dosen itu bertanya pada mahasiswanya tentang isi toples yang sudah penuh itu.
Tuhan dan keluarga harus diutamakan
Ilustrasi Gambar: Istimewa
"Apakah ini sudah penuh?" tanya dosen itu. Sontak seluruh mahasiswa menjawab "sudah penuh..."

Lalu sang dosen mengeluarkan sebuah kelereng dari sebuah kotak dan mengisinya kedalam toples yang sudah terisi bola tenis hingga kelereng itu terisi melalui sela-sela bola tenis dan memenuhi toples tersebut.
Cara mengisi hidup dengan hal hal berguna
"Apakah toples sudah penuh?" Tanya sang dosen. Lalu  mahasiswa menjawab, "sudah penuh..."

Yang terakhir, dosen itu kembali mengeluarkan suatu kotak yang berisi pasir pantai dan mengisi pasir itu kedalam toples yang sudah terisi pasir dan kelereng, sehingga pasir itu memenuhi toples dengan cara masuk melalui sela-sela kelereng dan bola tenis.
"Apakah toples ini sudah penuh?" tanya sang dosen.
"sudah penuh..." Jawab para mahasiswa.

Baca juga: Buat Kamu Yang Mendapat Undangan Pernikahan Dari Orang Yang Kamu Cintai

Tanpa menunggu waktu lama, dosen ini pun menjelaskan arti dari ilustrasinya.
"Kita mempunyai kapasitas dan kemampuan yang sudah diberikan Tuhan sejak kita lahir. Toples ini merupakan kapasitas yang ada pada kita, masing-masing kita memiliki kapasitas yang berbeda" Jelas sang dosen.
Dosen itu melanjutkan penuh keseriusan menjelaskan arti ilustrasinya.
"Bola tenis adalah hal-hal besar dalam kehidupan kita, yaitu Tuhan, keluarga dan kesehatan. Kelereng adalah adalah hal-hal penting seperti pekerjaan, sekolah anak-anak, bisnis, gelar sarjana dan lainsebagainya. Pasir dilustrasikan sebagai hal-hal penting seperti facebook, istagram, twitter, WA, olaraga, rekreasi, nonton film, hunting model baju, makan di restoran dan lain-lain.

Jika kita mengisi hidup kita dengan hal-hal kecil seperti pasir dan kelereng mendahului bola tenis, maka hal-hal besar seperti bola tenis tidak bisa masuk dalam kapasitas hidup kita. Jika hobi, rekreasi ,facebook dan hal kecil lainnya terlebih dahulu masuk memenuhi hidup kita, maka Tuhan dan keluarga akan terabaikan dalam kehidupan kita.

Seharusnya, hidup ini harus diisi dengan hal-hal besar dan penting, kemudian dikuti oleh hal-hal kecil sebagai pelengkap dalam hidup saja, seperti ilustrasi toples tadi yang diisi oleh bola tenis, kelereng dan pasir.
Apabila hidup disi dengan hal-hal seperti Tuhan dan Keluarga ditamakan, berarti Tuhan dan Keluarga adalah hal prioritas disusul dengan pekerjaan dan bisnis sedangkan rekreasi, facebook, instagram dan lainnya hanya sebagai pelengkap.
Untuk itu, mari kita isi hidup ini dengan cerdas dan bijaksana"

Bagaimana dengan anda? Apakah sudah mengisi hidup dengan hal-hal besar yang menjadi prioritas?

Post a comment

3 Comments

Dilarang Berkomentar dengan menggunakan unsur-unsur SARA atau mencemarkan nama baik seseorang dalam bentuk apapun.