Cara Mengatasi Alergi Susu Sapi Pada Bayi

Bayi mempunyai sistem kekebalan tubuh yang akan melawan protein dalam susu sapi sehingga munculnya alergi. Bayi yang alergi terhadap susu sapi tidak toleransi pada protein yang dikandung susu tersebut. untuk itu, bayi semacam ini harus mendapat penanganan secara dini dan serius untuk mengoptimalisasi tumbuh kembangnya.

halutsiana.com
Ilustrasi: Anak Alergi Susu Sapi (ISTIMEWA)
Word Allergy Organization (WAO) merilis sebuah data yang menyatakan bahwa, 1.9 persen hingga 4.9 persen bayi mengalami alergi terhadap susu sapi. Diagnosis Tata Laksana Alergi Susu Sapi Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia mengatakan, pada tahun 2014, 1 dari 13 bayi menderita alergi susu sapi.

Faktor resiko alergi susu sapi sangat mungkin berasal dari faktor genetik. Resiko alergi ini akan lebih besar jika kedua orang tua memiliki resiko alergi dengan manefestasi yang sama sekitar 40 persen hingga 60 persen. Seberapa besar faktor resiko alergi terhadap susu sapi, tetap bisa di cegah. Namun demikian bayi yang mendapatkan ASI bukan tidak mungkin dapat terhindar dari resiko alergi susu sapi, untuk itu sang ibu harus menjaga nutrisinya. Makanan yang dikonsumsi ibu yang menyusui juga berpengaruh pada bayi. Jika ibu meminum susu sapi, maka protein akan diserap melalui ASI ke bayi.

Mengatasi bayi dengan alergi susu sapi sangatlah mudah. Jika ibu menyusui, hindari makanan yang mengandung protein dari susu sapi. Akan tetapi jika bayi tidak menyusui pada ibunya, bayi tersebut harus di beri susu formula non protein susu sapi atau susu kedelai. Hindari paparan asap rokok, debu, tungau dan lingkungan bersih adalah hal utama yang harus diperhatikan juga.

Pada umur dua tahun, alergi susu sapi akan hilang sendiri sekitar 67%, umur 3 tahun alergi susu sapi akan hilang 80% dan beranjak 5 tahun akan hilang 100%.

Post a comment

0 Comments