Polisi Lamban Ungkap Kasus Pembakaran Sekolah Alkhairaat Tobelo, Masa Ancam Demo Besar-besaran Minggu Depan

Sangat disayangkan, perdamaian di bumi Hibua Lamo tercoreng oleh ulah sekelompok orang telah membakar Madrasah Aliyah Ponpes Alkhairaat Tobelo. Hal - hal sensitif ini seharusnya tidak perlu terjadi, untuk itu aparat didesak untuk menangkap para pelaku.

halutsiana.com
Sekolah Alkhairaat Tobelo Dibakar Oleh Orang Tak Dikenal (sumber foto: facebook.com)
Lambannya pengungkapan kasus pembakaran sekolah Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Alkhairaat Tobelo, membuat warga kembali turun ke jalan. Warga yang terus mempertanyakan kasus pembakaran ini mengancam akan mendatangi Polda Maluku Utara dan seluruh jajaran Polres di Maluku Utara khususnya Polres Halmahera Utara.

Menurut Sekretaris Alkhairaat, Ihwan Buaza, Polres Halmahera Utara bekerja sangat lamban, sehingga pelaku dan motif pembakaran Pesantren Alkhairaat Tobelo belum juga terungkap. Rencana demonstrasi besar-besaran yang akan dilakukan senin pekan depan akan dimulai jam 09.00 dimulai dari Mesjid Raya Tobelo.
"Aksi lanjutan akan dilanjutkan senin depan," Tegas Ihwan.

Tuntutan mereka agar polisi secepatnya mengungkapkan kasus ini dan menangkap para provokator yang membuat tawuran antara Warga Jalan Baru dan Warga Gosoma.

Seperti yang diberitakan oleh malutpost.co.id, bahwa Kapolres Halmahera Utara, AKBP Yudi Rumantoro yang dikonfirmasi mengatakan, pemeriksaan saksi-saksi masih akan terus dilakukan meski saksi-saksi tidak datang saat pemanggilan kemarin. " Saksi sudah dipanggil tapi tidak datang karena sudah kabur" Kata Kapolres kemarin (10/04).

Sementara itu Ketua Komda Alkhairaat Halut, Hamdi Bin Syekh, mendesak Polda Malut harus turun tangan karena belum terungkap kasus pembakaran ini. " Proses pengungkapan kasus ini terlalu lambat. Pertama Kapolres meminta waktu satu tujuh hari, tapi sudah lewat satu minggu kasus ini belum juga tuntas, malah minta waktu tiga puluh hari lagi" Ujar Hamdi pada Malut Post.

Meskipun demikian, masyarakat Tobelo diminta untuk tidak terpancing oleh isu-isu yang disebar provokator, karena hal ini akan sangat merusak perdamaian yang sudah dibangun oleh masyarakat Hibua Lamo. (sumber: malutpost.co.id)

Post a comment

0 Comments