Ibu Ini Berjuang Melawan Kanker Dari Jepara Ke Siloam Hospitals Manado

Kanker merupakan penyakit yang menyumbangkan angka kematian cukup tinggi di dunia dan menjadi penyebab kematian urutan ketiga didunia. Penyakit yang satu ini memang terbilang unik karena apabila masih dini ditemukan maka potensi untuk sembuh itu sangat besar, sedangkan jika ditemukan dalam stadium yang tinggi maka sebaliknya, potensi sembuh itu sangat kecil. Setiap orang yang mengidap penyakit kanker pasti merasa putus asa, kecewa, takut dan berbagai perasaan tidak mengenakan terus menghantui pikirannya.

Namun hal itu tdak berlaku bagi ibu Romdiyani Hidayatsih yang penuh semangat melawan penyakit kanker yang dialaminya. Romdiyani awalnya tidak menyadari bahwa ia terkena kanker payudara.

Berawal dari berkunjung ke keluarganya di Manado, Romdiyani pun merasa ada yang aneh pada payudaranya. Tanpa menunggu waktu lama, atas petunjuk kerabatnya di Manado, ia pun memeriksa diri ke Rumah sakit Bayangkara Manado dan ditangani oleh Prof. dr. Linda Rotty,Sp.PD-KHOM. Melalui berbagai macam pemeriksaan penunjang, maka diagnosa ibu ini ditegaskan mengidap kanker payudara.

Awalnya panik dan sedih saat mengetahui penyakit yang dialaminya merupakan penyakit mematikan, Romdiyani pun berusaha tegar. "Saya tidak menyadari bahwa penyakit yang saya alami adalah penyakit kanker, rasa takut ada, sedih juga ada tapi saya tetap semangat dan tegar". Tutur ibu dua anak ini.

Atas ijin suami dan keluarganya, akhirnya pada tanggal 12 Maret 2016, untuk pertama kalinya ibu Romdiyani menjalani kemoterapi di Siloam Hospitals Manado, dengan dokter penanggung jawab Prof. dr. Linda Rotty,Sp.PD-KHOM. Rencananya ibu Romdiyani hanya menjalani kemoterapi satu kali di Manado yaitu pada pertama kali kemoterapi dan selanjutnya akan dilaksanakan di rumah sakit
terdekat di Jepara yang ada fasilitas kemoterapi.

Namun Romdiyani mengurungkan niatnya untuk melanjutjkan kemoterapi di Jepara atau Semarang yang notabene dekat dengan alamat rumahnya. Suatu keputusan yang tidak mungkin diambil oleh seorang pengidap penyakit kanker, saat menjalani kemoterapi memilih jauh dari keluarganya.
Ketika ditanya oleh halutsiana.com, mengapa memilih pulang pergi Jepara-Manado, setiap tiga minggu sekali hanya untuk mendapat kemoterapi, padahal di darehnya juga ada fasilitas kemoterapi.

halutsiana.com
Ibu Ini Berjuang Melawan Kanker Dari Jepara Ke Siloam Hospitals Manado
Jawaban mencengangkan darinya membuat perawat-perawat kemoterapi bangga campur haru. "Saya memutuskan kemoterapi disini (Siloam Hospitals Manado) karena perawat-perawat dan dokter telah memberikan pelayanan yang baik dan tidak pernah saya rasakan di rumah sakit lain". Kata ibu Romdiyani menjawab pertanyaan penulis. "Saya merasa mereka memperlakukan saya seperti keluarga mereka sendiri" Timpal Istri anggota Polisi Resort Jepara, IPDA Subandi.

Mendengar pujian selangit dari pasien, perawat kemoterapi Siloam Hospitals Manado tidak merasa jumawa karena kenyamanan pasien dan profesionalisme merupakan bagian dari pilar profesi keperawatan.

"Terima kasih sudah mempercayai kami, pelayanan penuh Kasih Tuhan sudah menjadi nafas kami sebagai perawat". Tutur Cherill Kairupan salah satu perawat kemoterapi Siloam Hospitals Manado.
Ibu Romdiyani Hidayatsih juga tak henti-hentinya memberikan motivasi pada pasien kanker lainnya agar menjalani kemoterapi dengan penuh semangat, karena hanya dengan sukacita dalam situasi apapun, kita dapat melewati tantangan dengan sukacita pula.

"Saya berterima kasih kepada perawat dan dokter disini yang pelayanannya sangat baik, sehingga saya penuh semangat menjalani kemoterapi. Saya harap perawat-perawat disini terus memberikan motivasi pada pasien lainnya agar mereka juga merasakan seperti saya"
Demikian pesan Ibu Romdiyani saat mengakhiri wawancara dengan halutsiana.com, pesan ini ditujukan kepada perawat - perawat pimpinan Albert Rumagit, S.kep.,Ns.

Seperti diketahui Ibu Romdiyani Hidayatsih menjalani kemoterapi di Siloam Hospitals Manado sebanyak enam siklus. Masing-masing siklus berjarak tiga minggu. Hal itu artinya, Ibu ini harus pergi pulang Jepara-Manado setiap tiga minggu sekali sebanyak enam kali.

Post a comment

0 Comments