Jangan Menjadi Dua Muka Dalam Satu Waktu

Penilaian manusia kepada kita ibarat jari telunjuk dicelupkan diair laut, kemudian jari itu diangkat, air laut yang menempel di jari adalah nilai dari setiap penilaian yang dilakukan manusia, sedangkan luasnya air lautan adalah penilaian Tuhan kepada kita.
Demi mengerjakan kesuksesan, kita harus menguji setiap tindakan, kemampuan kita, bahkan teman-teman kita.

Contohnya temanku, dalam pertemanan, dia harus melihat dan menyeleksi setiap karakter dari orang-orang disekelilingnya, karena bagaimanapun perbedaan karakter bisa berunjung pada saling memusuhi. Tergantung dari kita mengelolah setiap perbedaan, karena perbedaan pendapat atau karakter kepribadian harus dikelolah menjadi satu kesatuan yang utuh bukan dipaksakan menjadi suatu kesatuan.

Dalam suatu lingkungan, baik itu keluarga, tetangga, rekan kerja, atau apa pun yang berbau sosial merupakan sumber konflik yang harus dikelolah dengan baik. Berikut tips mengatasi penilaian buruk orang lain terhadap kita.

halutsiana.com
  1. Biasanya orang lebih suka mendengar cerita tentang kita dari orang lain, ketimbang mendengar langsung dari kita. Hal itu menjadi suatu kewajaran mesti kita berusaha membangun kepercayaan pada rekan kita (si pendengar). Tetap rendah hati meski terasa sakit. Para pencemooh biasanya punya kepentingan sesaat saat menceritakan kejelekan kita, entah itu fitnah atau benar ketika ditanggapi si pendengar, tergantung si pendengar mengelolahnya.
  2. Siap mental ketika anda menguji rekan anda dengan kebohongan. Teman saya punya pengalaman lucu, untuk mengetahui sifat buruk temannya, dia membohongi temannya yang notabene tukang iri hati. Dia katakan pada teman si tukang iri hati bahwa dia baru saja diminta nomor rekening oleh konsumen. Tukang fitnah dan iri hati langsung melaporkan hal ini pada pemimpinnya dan kemudian pemimpinnya mempercayainya tanpa menanyakan pada teman saya. Dari kasus ini memang ada satu keuntungan kala kita menguji rekan kita. Kita bisa mengetahui sifat buruk rekan kita seperti pedang yang tajam pada kedua sisi. Tetapi disisi lain, teman saya ini langsung diUnderestimate oleh pemimpinnya. Solusinya, anda tidak usah kebakaran jenggot, karena penilaian Tuhan jauh lebih dalam, sedalam samudera.
  3. Dalam sebuah lingkungan sudah menjadi suatu kewajaran jika kita memilih teman, karena berteman dengan orang jahat akan merusak kebiasaan baik kita. Tetapi jika kita berada dalam sebuah tim, suatu perbedaan harus dikelolah oleh kita sendiri, karena yang mendesain takdir adalah Tuhan bukan orang lain. Rangkul setiap orang yang membuat kita sakit hati, meski rasanya tak mengenakan. Ingat, pujian membuat kita jatuh tapi perlakuan orang iri hati membuat kita bangkit.

Post a comment

0 Comments