Pilih Mana, Keluarga Atau Pekerjaan?

Terkadang kita diperhadapkan dengan berbagai pilihan dalam hidup yang sulit kita tentukan untuk menjalani kehidupan hari-hari.

Dilematis kehidupan sebenarnya tidak akan membuat kita terpuruk dan sulit menjalankan kehidupan, jika kita segera mengambil keputusan.

Kehidupan sesungguhnya adalah "keputusan". Kita berani menjalani kehidupan karena kita telah memutuskan untuk menjalaninya.

Pernyataan diatas mempunyai makna mendalam, dimana lebih baik kita mengambil keputusan dalam sebuah situasi dilematis daripada tidak sama sekali.

halutsiana.com

Pekerjaan (karir) atau keluarga?
Ini adalah pertanyaan yang terkadang membuat seseorang galau akibat sulitnya mengambil keputusan.

Jika memilih keluarga maka tentunya anggota keluarga tidak bisa dinafkahi akibat meninggalkan pekerjaan. Jika memilih pekerjaan, maka pekerjaan itu akan terasa sia-sia akibat disharmoni dalam keluarga.

Kasus ini terkadang berlaku pada orang yang bekerja meninggalkan keluarga yang jauh atau jam kerja yang melebihi batas kewajaran sehingga pulang kerja sudah larut malam dan mengakibatkan waktu bersama keluarga menjadi berkurang.

Banyak orang memilih opsi pekerjaan karena mereka menilai oleh pekerjaan sebuah keluarga bisa sukses. Jika diantara kita ada yang berpikir demikian, bertobatlah.

Tuhan sebagai Maha Pencipta mengingini kita untuk memilih keluarga jika kita diperhadapkan dalam situasi demikian.

Istri/suami dan anak-anak merupakan fondasi kehidupan didunia. Tuhan juga menciptakan Adam dan Hawa sebagai satu keluarga, bukan relasi kerja, bukan pula pemimpin perusahan dan karyawan.

Itu berarti, keluarga harus lebih diutamakan daripada 'pekerjaan'karena karir kita akan terhambat atau terhenti jika keluarga berantakan.

Namun sebaliknya, jika karir kita tidak secemerlang seperti yang kita harapkan, tetapi kita mempunyai keluarga yang bahagia, maka bahagia akan ada dalam hidup kita hingga matipun kita akan membawa kebahagiaan itu.

Jika kita mati, perusahan akan melupakan kita dan mencari pengganti, namun  keluarga akan mengingat kita selamanya.

Masih mau pilih pekerjaan? jika tidak, maka anak-anakmu akan berhasil sehingga orang melihat kamu sebagai orang-orang yang dilindungi Tuhan.

Sebuah studi di Amerika menyebutkan, dalam sebuah penilitian 81% perceraian diakibatkan kurang adanya waktu bersama keluarga.

Rata-rata dalam kasus ini memiliki suami atau istri menggunakan waktu kerja melebihi 12 jam dalam sehari.

Masih dalam survey yang sama, 60% anak-anak remaja pengguna narkoba mempunyai orang tua yang jarang dirumah akibat bekerja lebih dari 12 jam dalam sehari.

Post a comment

0 Comments