Universitas Halmahera Mewisuda 183 Orang, Bupati Sindir Dualisme GMIH

Universitas Halmahera hari ini, Kamis, 22 April 2016 melaksanakan acara wisuda program sarjana periode II tahun akademik 2015/2016. Hari ini juga adalah Dies Natalies VIII Universitas Halmahera (UNIERA) karena tepat pada tanggal 22 September 2008, pemerintah lewat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia memutuskan memberi ijin berdirinya UNIERA sebagai pengembangan dari STT GMIH.
Sambutan Bupati Halmahera Utara, Ir. Frans Maneri
Pada usia yang ke delapan tahun, UNIERA telah melakukan wisuda sebanyak sembilan kali karena wisuda pada saat ini adalah wisuda tahap kedua tahun 2016 ini sebanyak 183 orang.

Dalam kesempatan ini Ketua Pengurus Yayasan Perguruan Kristen Halmahera (YPKH), Drs. Djidon Hangewa, MS., mengatakan, kemajuan dan perkembangan yang terjadi di UNIERA tidak terlepas dari perhatian dan bantuan berbagai pihak, yaitu DIKTI dan KOPERTIS Wilayah XII Maluku -Maluku Utara, orang tua dari setiap mahasiswa yang mendukung setiap program UNIERA serta PEMDA Halmahera Utara yang telah mendukung dengan berbagai fasilitas yang disediakan bagi mahasiswa UNIERA.

Melalui sambutan, Bupati Halmahera Utara, Ir. Frans Maneri, menyarankan kepada seluruh pengurus dan civitas UNIERA agar memberikan kajian bagaimana kualitas alumni yang sudah membangun daerah ini. Dengan demikian UNIERA akan mengetahui sejauh mana kontribusi alumni untuk membangun daerah.

Frans juga meyentil dualisme kepengurusan GMIH yang hampir tiga tahun belum selesai. Menurutnya, hal ini terjadi karena tidak adanya kesepahaman sehingga menimbulkan berbagai macam gejolak. Untuk itu, Frans mengharapkan agar para alumni membangun daerah ini dengan penuh tanggung jawab tanpa menganggap diri kita lebih pintar dari orang lain.

"Yang saya takutkan, jangan sampai ada wisuda lagi, setelah wisuda ini, sebagai akibat dari dualisme tersebut." Kata Bupati Halmamahera Utara, Ir. Frans Maneri, saat memberi sambutan.

Post a comment

0 Comments