6 Hal Yang Mungkin Dibohongi Donald Trump Pada Pendukungnya

Donald Trump telah melakukan hal-hal kontroversi semasa kampanyenya. Dunia dibuat ketakutan dan gempar dengan pernyatan-pernyatan berupa janji kampanye yang memiliki potensi perpecahan di Amerika Serikat. Setelah dinyatakan menang pemilu secara electoral,  Trumpphobia menjangkiti hampir seluruh masyarakat internasional.

halutsiana.com
sumber gambar: independen.co.uk/
Para pendukungnya mengenal Trump sebagai calon presiden yang radikal dan apa saja bisa dia lakukan demi menjadi presiden Amerika Serikat. Tetapi setelah terpilih menjadi presiden, beberapa ucapan berupa janji kampanye ditarik kembali dan membatalkan sebagian rencana yang sudah dijanjikan pada pendukungnya.

Entah itu adalah sebuah strategi untuk mendinginkan suasana demonstrasi anti Trump di Amerika atau Trump telah mengingkari janji pendukungnya. Berikut 6 janji yang mungkin tidak ditindak-lanjuti oleh Trump.

1. Menghapus program Obamacare

Dalam kampanyenya, Trump mengatakan bahwa program Obamacare akan membuat Amerika miskin dan mudah diserang musuh karena kurangnya belanja militer. Trump sebelumnya yang menuduh Obama telah mendirikan ISIS dan membuat masyarakat Amerika menderita karena Program Obamacare akan membuat ambruknya sistem ekonomi Amerika.

"Kami akan melakukan (menghapus) program Obamacare dengan cepat karena itu adalah bencana", tutur Trump dengan lantang saat kampanye.

Setelah ditanya oleh wartawan seperti yang dilansir oleh independent.co.uk tentang janji kampanye menghapus Obamacare, Trump berdalih akan menghapus beberapa kebijakan saja seperti negara membayar asuransi kesehatan pada masyarakat yang masih produktif alias dewasa muda dan diganti dengan asuransi kepada lansia. Oleh beberapa kalangan, hal ini dilakukannya demi meredam aksi demontrasi anti Trump diseluruh negara bagian Amerika.

2. Memenjarakan Hillary Clinton

Trump berjanji pada pendukungnya bahwa, dia akan memenjarakan Hillary atas penggunaan server email pribadi sebagai sekretaris negara. 

"Ini adalah suatu kasus yang besar, lebeih besar dari kasus Watergate", tandas Trump saat kampanye. Trump juga berteriak pada pendukungnya; "penjarakan dia, penjarakan dia."

Seperti diketahui bawa kasus watergate adalah sebuah istilah yang digunakan saat terjadi skandal politik yang luar biasa pada tahun 1972 sehingga mengakibatkan mundurnya presiden Richard Nixon.

Saat ditanya tentang janji kampanyenya Trump mengatakan: "ini bukan sesuatu yang menjadi fokus pemikirannya. Hilarry bukan seorang penjahat koruptor yang besar, ia hanya tidak bisa lebih baik menjalankan pemerintahan.

3. Membangun tembok di sepanjang perbatasan Mexico-Amerika

Lagi-lagi Trump berjanji pada pendukungnya untuk membangun tembok perbatasan dengan Mexico. Kedengarannya memang agak konyol karena Trump akan mengeluarkan tenaga dan finansial yang bukan sedikit untuk membangun tembok tersebut. Trump mengklaim bahwa para pengedar narkoba dari Mexiko datang dengan leluasa ke Amerika untuk menghancurkan negaranya, sehingga ia beralasan untuk membangun tembok diperbatasan Mexiko.

Mantan ketua DPR Newt Gingrich, penasihat Trump, meragukan janji kampanye tersebut. Dia mengatakan Presiden Trump tidak banyak waktu untuk membangun tembok tersebut dan Mexiko tidak mau mengeluarkan biaya untuk pembangunan tembok raksasa.

4. Melarang Imigran Timur Tengah masuk Amerika

Ini adalah pernyataan Trump yang menjadi kekhawatiran masyarakat internasional, karena akan ada gerakan anti Amerika oleh seluruh muslim didunia.

Setelah pertemuannya dengan Obama, seorang reporter televisi bertanya "apakah setelah menjadi presiden anda akan melarang seluruh muslim masuk Amerika ?" Trump lantas pergi tanpa memberi jawaban sedikit pun.

Namun ini sudah dapat diprediksi tidak akan dilakukan, hal ini dibuktikan setelah menghilangnya beberapa janji kampanye dari situs resmi kampanye Donald Trump. Donald Trump menyadari bahwa memusuhi Islam sama saja dengan memusuhi seluruh dunia.

5. Menghentikan Kesepakatan dengan Iran

Pada bulan Oktober Wakil Presiden terpilih Mike Pence mengatakan pemerintahan Trump akan "meninjau kembali kesepakatan nuklir Iran"

Akan tetapi penasihat Trump, Walid Phares, mengatakan kepada BBC setelah menang pemilu: " 'kita "tetap pada pendirian" adalah mungkin kata yang terlalu kuat. Trump akan akan menjaga  kesepakatan yang sudah dilakukan sebelumnya, dalam konteks internasional."

6. Tidak menjadi Sekutu NATO dan membatalkan perjanjian militer dengan Korea Selatan

NATO adalah sekutu Amerika yang juga terguncang setelah Trump muncul untuk mengatakan ia bisa menarik dukungan untuk aliansi AS-NATO, jika negara-negara sekutu tidak mampu membayar cukup untuk pertahanan mereka sendiri. Dia juga mengatakan akan bersedia untuk menarik militer yang ditempatkan di Korea Selatan.

Namun berbanding terbalik saat Trump menang pada pemilihan presiden. Setelah menerima telepon ucapan selamat dari Park Geun-hye, kantor Presiden Korea Selatan melaporkan bahwa Trump berjanji komitmennya untuk membela Korea Selatan di bawah aliansi keamanan yang ada.

Source: independen.co.uk/

Post a comment

0 Comments