Hari Diabetes Sedunia: Fakta Tentang Diabetes Yang Perlu Anda Ketahui

Hari ini tepatnya tanggal 14 November merupakan hari Hari Diabetes Sedunia yang diperingati guna mengingatkan masyarakat bahwa angka kematian akibat diabetes di di dunia terlebuh khusus di Indonesia terus meningkat. 

halutsiana.com
sumber gambar: www.idf.org
Beberapa fakta mencengangkan tetang perkembangan penyakit diabetes didunia membuat kita harus menyadari bahwa pola hidup sehat harus menjadi bagian dari kehidupan kita. Data yang dirilis oleh International Diabetes Federation menyebutkan bahwa, 1 dari sebelas orang dewasa didunia meninggal dengan diabetes,setiap 6 detik ada seorang yang meninggal karena diabetes dan 1 dari 7 ibu hamil memiliki diabetes gestasional.

Di Indonesia sendiri, masih dari sumber data yang sama International Diabetes Federation (2015) merilis bahwa penduduk dewasa (20-72 tahun) yang meninggal karena diabetes berjumlah 184.985. Prevelensi pada orang dewasa Indonesia yang mengidap penyakit diabetes adalah 6.2 persen dari jumlah jumlah populasi dewasa (20-72 tahun) 161.572 juta jiwa. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa jumlah penderita diabetes di Indonesia sudah mencapai angka 10,021 juta jiwa.

halutsiana.com

Faktor resiko Diabetes
Faktor risiko untuk diabetes tipe 1 masih sedang diteliti. Namun, beberapa penelitian membuktikan, anggota keluarga dengan keturunan diabetes tipe 1 merupakan salah satu faktor resiko diabetes . Faktor lingkungan dan paparan beberapa infeksi virus juga telah dikaitkan dengan risiko perkembangan diabetes tipe I.

halutsiana
sumber gambar: www.idf.org

Beberapa faktor risiko telah dikaitkan dengan diabetes tipe 2 dan termasuk:

Riwayat keluarga diabetes
Kegemukan
Diet yang tidak sehat
Aktivitas fisik
Peningkatan usia
Tekanan darah tinggi
Etnis
Gangguan toleransi glukosa 
Riwayat diabetes gestasional
Gizi buruk selama kehamilan
Gangguan toleransi glukosa adalah kategori yang lebih tinggi dari glukosa darah normal, tetapi di Bawah ambang batas untuk mendiagnosis diabetes.
Perubahan pola makan dan aktivitas fisik juga ada kaitannya diabetes dan urbanisasi juga telah menyebabkan peningkatan tajam dalam jumlah orang terkena diabetes.

Wanita hamil dengan kelebihan berat badan dan telah didiagnosis gangguan toleransi glukosa atau memiliki riwayat keluarga diabetes merupakan faktor risiko diabetes mellitus gestasional. 

Tanda dan Gejala
Seseorang yang mengidap diabetes yang dapat mengalami berbagai tanda dan gejala namun kadang-kadang mungkin tidak ada tanda-tanda. Beberapa tanda umum dialami meliputi:

  • Sering buang air kecil
  • Haus yang berlebihan
  • Sering lapar
  • Berat badan menurun
  • Kelelahan
  • Kurang konsentrasi atau tidak bisa fokus
  • Sebuah sensasi kesemutan atau mati rasa di tangan atau kaki
  • Penglihatan kabur
  • Sering infeksi
  • Lambat penyembuhan luka
Perkembangan diabetes tipe 1 biasanya tiba-tiba dan dramatis sedangkan gejala sering dapat ringan atau tidak ada pada orang dengan diabetes tipe 2, membuat jenis diabetes sulit untuk dideteksi.

Pencegahan diabetes
Saat ini, diabetes tipe 1 tidak dapat dicegah. Pemicu lingkungan yang diperkirakan menghasilkan proses yang menghasilkan kerusakan sel yang memproduksi insulin tubuh masih dalam penelitian.

Ada banyak bukti bahwa perubahan gaya hidup (mencapai berat badan yang sehat dan aktivitas fisik) dapat membantu mencegah perkembangan diabetes tipe 2.
Obesitas, terutama obesitas perut mempunyai hubungan dengan diabetes tipe 2. Berat badan juga dapat meningkatkan resistensi insulin. Orang yang kelebihan berat badan atau obesitas harus didorong untuk mempertahankan berat badan yang sehat.

Aktivitas fisik merupakan salah satu pilar utama dalam pencegahan diabetes. Peningkatan aktivitas fisik penting dalam menjaga berat badan dapat dikaitkan dengan penurunan tekanan darah, menjaga peingkatkan sensitivitas insulin dan  mempengaruhi keseimbangan psikologis.

Sebuah diet seimbang dan bergizi sangat penting untuk kesehatan. Diet sehat mengurangi faktor risiko untuk penyakit kardiovaskular.

Perilaku lain yang perlu dipertimbangkan termasuk:

Merokok : faktor risiko yang paling banyak untuk penyakit kronis, termasuk diabetes dan komplikasinya. Serta efek berbahaya lainnya, merokok meningkatkan akumulasi lemak perut dan resistensi insulin.

Semua perokok harus didorong untuk berhenti merokok. Namun, kenaikan berat badan adalah hal umum ketika berhenti merokok. Untuk menghindari kenaikan berat badan juga harus melakukan diet atau mengubah beberapa kebiasaan (misalnya mengelola ngidam (ingin makan) digantikan dengan aktifitas ringan daripada makan makanan ringan).

Stres dan depresi : Ada bukti dari hubungan antara depresi dan diabetes dan penyakit kardiovaskular.

Pola tidur : Kebutuhan tidur yang pendek (<6 jam) dan kebutuhan tidur yang panjang (> 9h) dapat dikaitkan dengan risiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 2. Kurang tidur dapat mengganggu keseimbangan hormon yang mengatur asupan makanan dan keseimbangan energi. Lama durasi tidur mungkin merupakan tanda dari gangguan napas saat tidur atau depresi dan harus diobati dengan tepat. Ada juga hubungan erat antara obesitas dan apnoe saat tidur (Obstructive Sleep Apnoea Syndrome).

Momentum hari diabetes sedunia mengajak seluruh masyarakat untuk tidak mengacuhkan bahaya diabetes bagi kelangsungan hidup. Pencegahan melalui komitmen gaya hidup sangat dibutuhkan dalam rangka mewujudkan pencegah terjadinya diabetes. Akhir kata admin halutsiana.com mengucapkan selamat mempenringati hari diabetes sedunia. Ingat, bahwa tak selamanya yang manis itu indah.

Source: www.idf.org

Post a comment

0 Comments