Gunung Dukono Termasuk Cincin Api Pasifik

Tingginya intensitas gempa bumi berskala 6,5 SR di Pidie Jaya Aceh baru-baru ini tidak terlepas dari peningkatan aktivitas gunung api di Maluku Utara khususnya pulau Halmahera. Meningkatnya aktivitas Gunung Dukono dan dan gempa bumi di Pidie Aceh disebutkan sebagai akibat dari posisi Cincin Api yang terbentang dari Pulau Halmahera dan sepanjang Pasifik.

Apa Itu Cincin Api Pasifik?
Cincin Api Pasifik atau dikenal dengan Ring of Fire Pacifik merupakan deretan gunung api aktif yang membentuk setengah lingkaran atau sama persis dengan tapal kuda. Deretan gunung api aktif di Pulau Halmahera hingga Pasifik mencapai wilayah sejauh 40.000 kilometer sangat mempenagruhi aktifitas tektoik di seluruh wilayah Indonesia.

halutsiana.com

Tidak heran jika didaerah Cincin Api Pasifik merupakan daerah yang sering mengalami gempa tektonik. Hal ini diperkuat oleh pernyataan Koordinator Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Maluku Utara, Deddy Arif, mengatakan pada liputan6.com, bahwa cincin api Pasifik itu merupakan daerah yang sering mengalami gempa bumi akibat keberadaan gunung api disepanjang Pulau Halmahera hingga Samudera Pasifik.

Aktivitas gunung api tersier dan pratersier di Pulau Halmahera antara lain Gunung Dukono, Halmahera Utara yang sempat menyemburkan abu vulkanik setinggi 1 kilometer ikut mengambil andil pada gempa bumi 6,5 SR di Pidie Jaya Aceh. Lingkaran berbentuk Cincin api memiliki korelasi langsung dari lempeng tektonik dan bergerak dan terjadinya tabrakan lempeng kerak.

Bukan hanya Gunung Dukono di Halmahera Utara, tapi di Halmahera Selatan juga ikut berperan karena memiliki aktivitas di Kepala Burung dengan Caroline Plate yang membentang di utara hingga bagian timur Pasifik dan Indo-Australia. Sedangkan Kepulauan Sula juga memiliki geologi karbon tertua adalah satu wilayah dengan Papua New Gunea, Australia dan India.

Meskipun demikian Ahli Geologi Deddy Arif mengatakan bahwa gempa di Aceh bisa juga karena periodeisasi tektonik sehingga teori tentang hubungan aktivitas gunung api di Halmahera dengan gempa bumi di Aceh baru-baru ini mempunyai hubungan yang sangat kecil.

Wilayah Sumatera membentang dan mengikuti pola aktivitas tektonik di Sulawesi Halmahera hingga Papua. Hal ini terjadi salah satu wilayah Maluku Utara atau yang biasa disebut Sula Spur turut membentuk gunung api dikedua wilayah tersebut. Seperti yang diketahui bahwa Cincin Api di Maluku Utara mempunyai pola yang berbanding lurus dengan Sulawesi dan Halmahera.

Wilayah Maluku Utara dikelilingi oleh aktivitas tektonik dan vulkanik dan sisi terluar dikelilingi oleh Cincin Api Pasifik atau Ring of Fire Pacific sedangkan kalau meninjau aktivitas tektonik dan vulkanik Halmahera harus melihat lokasi di Pulau Halmahera yang muncul akibat zona subduksi tiga buah.

Zona subduksi adalah zona yang terjadi akibat benturan lempeng antara benua dan samudra. Akibat dari tabrakan tersebut terdapat aktivitas tektonik atau akibat tekanan dan regangan dari tektonik di Sondo-Sondo, perbatasan Halmahera Barat dan Halmahera Timur, dan Desa Waikulon, Kecamatan Maba, Halmahera Timur.

Nah, atas dasar semua fakta ini, maka tak menutup kemungkinan akan terjadi gempa-gempa besar setelah terjadi gempa-gempa kecil akhir-akhir ini. Namun yang terpenting kita harus terus berdoa dan berharap agar Sang pencipta menjauhi kita dari segala musibah.

Post a comment

0 Comments