Inilah Bahaya Menulis Artikel Dari Hasil Copy Paste Translate Otomatis Pada Google

Saya membaca di sebuah forum diskusi google tentang salah seorang blogger yang merasa heran dengan dengan blognya yang sudah puluhan kali ditolak oleh google adsense. Dia mengatakan dalam tulisannya di forum diskusi google bahwa, artikelnya sudah bebas plagiat atau unik. Hal itu dibuktikan dengan hasil pengujian di plagiat checker yaitu sebuah situs yang menyediakan tools untuk tes artikelnya plagiat atau tidak.

halutsiana.com

Blogger ini merasa semua yang aturan dari pihak adsense sudah dipenuhinya, tapi pada kenyataannya dia masih ditolah oleh pihak adsense. Ternyata, dari semua permasalahannya, pakar google dalam forum diskusi menyebutkan bahwa kemungkinan blognya ditolak adsense, karena banyaknya artikel yang hanya copy paste dari hasil translate secara otomatis.

Untuk mencari gampang sebagian besar para penulis blogger melakukan berbagai trik agar mudah mnulis dengan cara menyalin artikel asli melalui copy paste translate otomatis dari mesin google.

Hal ini terlihat biasa saja jika kita memakai tools untuk check plagiat dan tools online lainnya seperti copy-scape. Semua tools ini akan menunujukan hasil positif saat anda menguji tulisan unik atau plagiat dari tulisan anda. Unik atau plagiat yang anda uji adalah hasil dari tes otomatis pada situs pengujian plagiat.Tapi anda belum tentu lolos dari pengujian google secara manual.

Dari pengalaman diatas, terkadang penulis mengambil bagian besar hasil translate otomatis dari google, yang sebagian besar translate atau terjemahannya masih jauh dari kata sempurna. Kalaupun diperbaiki dari hasil terjemahan yang kacau, itupun tidak bisa menjamin kualitas blog anda bagus.

Penjelasannya seperti ini. Jika google atau tools pengujian plagiat meloloskan tulisan anda sebagai artikel yang non plagiat atau unik, maka anda hanya lolos dari pengujian otomatis, tapi tidak dengan pemeriksaan google secara manual.

Secara manual google akan memeriksa sedetail mungkin tulisan pada artikel anda sehingga kualitas blog atau web anda terletak pada level kurang berkualitas versi google (jika anda menyalin translate tanpa mengubahnya) dan tentunya akan sangat berpengaruh pada mesin pencarian terhadap artikel anda.

Selain itu anda harus meletakan sumber dan lebih bagus lagi meminta ijin pada si pemilik artikel agar anda tidak kena pinalti akibat pelaporan dari penulis pada DMCA.

Google akan menelusuri setiap artikel dan apabila artikel anda terkena deteksi plagiat dari hasil terjemahan google, maka google akan menanggap itu sebagai spam (auto-generated). Jika itu terjadi pada artike anda, segerala dihapus atau diperbaiki kemudian diindex ulang melalui webmaster tools milik google atau blog anda terkena tindakan manual.

Jika anda hanya mengubah sebagian dari hasil terjemahan google tapi mengambil keseluruhan arikel berarti anda sudah menyalahi hak cipta alias copyright dan bersiaplah, google akan menghapus artikel anda dari mesin pencarinya. Hal ini bisa sah jika anda hanya mengutip bagian tertentu saja bukan menyalis semuanya.

Demikian penjelasan singkat tentang bahaya copy-paste dari artikel bahasa asing tanpa mengubah seluruh hasil tranlate tadi.

Post a comment

1 Comments

  1. Bener banget,,, aku sudah mengalaminya sendiri, ditolak berkali kali, setelah saya pikir, saya baru ingat ada artikel yang hasil copas google translat. Terlebih update algoritma google mengatakan bahwa google lebih memilih memilih mena.pilkan artikel yang berkualitas. Btw saya punya blog kunci gitar gan > chordbabar

    ReplyDelete

Dilarang Berkomentar dengan menggunakan unsur-unsur SARA atau mencemarkan nama baik seseorang dalam bentuk apapun.