Jokowi Menjadikan Bangsa Indonesia Disegani, Situ Bisa Apa?

Sudah sepatutnya kita sebagai warga negara Indonesia bangga dengan presiden kita, Joko Widodo. Kita juga tahu bahwa bagaimana bangsa lain memandang sebelah mata sebelum kepemimpinan Pak De Jokowi. Australia, Singapura bahkan Amerika dan China dibuat ketar ketir oleh "Si Kurus".

halutsiana.com
Pesawat Tempur Sukhoi-30 (Sumber:ISTIMEWA)
Sebut saja kasus penghinaan pancasila oleh militer Australia yang menimbulkan protes keras dari pemerintah Indonesia dengan membekukan kerja sama militer dengan Australia. Tak menunggu waktu lama, Australia pun meminta maaf dengan kejadian memalukan itu dan berjanji akan menghapus materi sekolah militer yang isinya telah membuat rakyat Indonesia marah.

Di Indonesia, Amerika mempunyai lumbung kekayaan yang bernama Freeport. Sejak kepemimpinan Joko Widodo, Freeport tidak bisa berbuat curang dengan para mafia dari bangsa sendiri. Upaya dari pemerintah untuk menguasai saham lebih dari 50%, nampaknya membuat freeport dan para mafia ketar ketir.

Singapura pun sama dengan negara-negara di atas. Sebelum pemerintahan Jokowi, mereka dengan mudah melewati wilayah udara Indonesia bahkan membajak pasir Indonesia untuk dibawah ke negara dengan jargon singa putih. Semua ini tidak terlepas dari perbuatan para mafia yang nekat menjual negaranya demi kepentingan kelompok mereka.

Keberhasilan tax amnesti dikabarkan sempat membuat Singapura panik akan ketimpangan ekonomi jika para pengusaha Indonesia menarik semua uang mereka dari bank-bank Singapura.

Dibidang pertahanan Indonesia mencoba memuthakirkan alusista perang, mulai dari Tank Leopart asal Rusia, pesawat Sukhoi-30  dan Sukhoi 35. Hal ini membuat negara-negara tetangga was-was dengan peningkatan pertahanan Indonesia. Bahkan Rusia tak segan menawarkan ke "Pak De nan Kurus" untuk membangun pabrik suku cadang peralatan tempur di Indonesia.

Lantas apa yang kita cari lagi dari pemerintahan sekarang, kecuali hanya mendukung pemerintah yang sah untuk terus berkarya demi harkat dan martabat bangsa yang beradab.

Jokowi nyaris tanpa cela dakam mejalankan niat tulusnya. Membuat para pesaingnya yang haus kekuasaan harus menjual agama demi melemahkan pemerintah dan memuluskan setiap rencana jahat. Lewat sentimen agama mereka menggoreng setiap isu agar mudah disantap dan langsung dicerna oleh mayarakat luas. Tapi Allah masih dipihak orang benar. Jika bukan Allah yang menjaga suatu bangsa, maka sia-sialah bangsa itu.

Setelah kasus Ahok yang melelahkan dan semuanya hanya akal-akalan untuk merebut Jakarta dari tangan orang jujur, para penganut bumi datar tidak berhenti disini.

Mereka terus dan terus meracuni pemerintah dengan berita-berita hoax, seperti isu PKI yang dialamatkan ke Jokowi.  Semua tidak pernah terbukti, tapi mengapa mereka tidak berhenti menghina pemerintah ?

Baru-baru ini netizen dihebohkan dengan upaya pembekokan sejarah yang menyebutkan bahwa Gajah Mada adalah seorang muslim. Sejarah adalah sebuah kekuatan untuk membangun bangsa yang kuat. Ketika sejarah mulai dipelintir tentunya akan membuat kaum bumi datar merasa diatas angin dan dengan mudah menghembuskan isu agama sebagai bagian dari rencana mereka.

Kita diciptakan dengan cinta, bukan dengan kebencian. Mewujudkan cinta itu mudah karena disitu kita ada. Tidak ada agama yang mengajari kekerasan. Jika ada, itu bukan agama, tapi sekumpulan orang yang menjual agama demi kejahatan, demi keserakahan.

Teruslah berjuang saling mengasihi karena kebenaran sebuah keyakinan bukan semata pada tulisan-tulisan ayatnya, tapi lebih dari itu, pada tindakan dan pemikiran yang mencerminkan tulisan dari ayat suci sebuah kitab. 

Post a comment

0 Comments