Terima Kasih Fadli Zon, Mulut Bawelmu Mengurai Kemacetan

Lebaran tahun lalu, perjalanan mudik harus ditempuh dalam waktu puluhan jam. Bisa 2 s/d 3x waktu tempuh normal. JKT - SMG yang biasanya perjalanan darat cuma 10 jam menjadi 20 s/d 30 jam bahkan lebih.

Di sosmed banyak yang dengan sadar mengumumkan waktu tempuh mereka.

"Gileee, hampir 24 jam kami terjebak dalam kemacetan, sampai badan ini rasanya lemah lunglai tanpa tenaga. Ngantuknya bukan main, tapi harus tetap melek pegang kemudi ..."

"Alhamdulilah, setelah 28 jam tersiksa di perjalanan Jkt Smg, akhirnya bisa sampai juga di kampung halaman. Semua penderitaan terbayar lunas saat bisa mencium tangan ortu dan bertemu handai taulan."

Lebaran tahun ini tak banyak yang mengumumkan waktu tempuh dan keluhan mereka di sosial media. Mungkin karena waktu tempuhnya terhitung normal atau cuma molor 2 sampai dengan 4 jam dari waktu tempuh normal. Syukurlah, sepertinya mudik mereka diberi kemudahan dan kelancaran karena manajemen traffic yang lebih rapi dari pihak Dishub dan kepolisian, didukung Pemda setempat.

Dibukanya jalur tol baru yang notabene bebas dari simpul simpul keramaian masyarakat seperti pasar tumpah dll membuat sirkulasi kendaraan menjadi lebih lancar. Tumpukan kendaraan biasanya hanya terjadi di pos pembayaran tiket tol. Itupun masih dalam skala kepadatan normal.


Yang mudik naik sepeda motor sekarang bisa melewati jalur pantura dengan volume kendaraan yang tak sepadat tahun lalu. Sehingga membuat tingkat ketegangan serta kondisi stamina tubuh menjadi lebih baik. Apalagi di sepanjang perjalanan banyak posko rest area yang memberikan berbagai pelayanan gratis kepada pemudik.

Meski saya bukan pemudik, tapi saya bisa melihat bahwa betapa manajemen mudik tahun ini yang dilakukan oleh pemerintah jauh lebih baik. Infrastruktur jalan sudah makin bagus secara kuantitas dan kualitas. Ketersediaan moda transportasi pesawat, KA, kapal, juga memadai dan nyaris tak ada keluhan berarti. Tingkat kecelakaan dan angka kematian pemudik juga berkurang drastis meski saya tak bisa menyajikan datanya dalam angka angka.

Sepertinya pemerintah banyak belajar dari kasus Brexit tahun lalu, sehingga pelayanan arus mudik tahun ini tak begitu menyiksa lagi. Semua traffic dan sirkulasi sudah diatur lebih rapi. Ketersediaan armada (darat laut udara) juga ditambah dan dikontrol kondisinya lebih ketat. Pihak swasta penyedia angkutan juga sudah melakukan berbagai antisipasi.

Rakyat senang, bisa berlebaran dengan penuh sukacita tanpa terganggu oleh urusan transportasi saat melakukan perjalanan mudik. Program pembangunan infrastruktur jalan yang digenjot oleh pemerintah mulai dirasakan manfaatnya.

Terima kasih pak Fadli Zon, berkat mulut bawelmu yang terus mengkritisi pemerintah, mereka jadi serius bekerja dan bekerja lebih baik untuk rakyatnya. Terima kasih untuk kinerja cangkem bocormu yang luar biasa.

Source: Ari Wibowo/ Facebook.com

Post a comment

0 Comments