Akhirnya Jondru Dilaporkan Karena Diduga Fitnah Terhadap Presiden

Entah berapa ribu orang yang enggan kalau tidak dibilang jijik menyebut namanya. Banyak pula yang berasa mual ketika lihat fotonya. Bahkan namanya dijadikan julukan untuk mengejek seorang yang bohongnya selangit. Pernah dia sempat menggugat karena keberatan namanya diidentikkan tukang bohong dan tukang fitnah.

Tapi setelah itu dia menikmati pekerjaan yang berkubang dengan pikiran kotor. Sendirian. Ya sendirian. Kecuali oleh pengikutnya yang nalarnya seupil, dia dianggap pecundang termasuk oleh mereka yang sama-sama benci dan berjuang menjatuhkan figur yang mereka lawan.


Lihat si Panji corongnya Anies yang langsung menggebah orang ini agar segera menjauh. Atau Sandi yg tersenyum senep ditempel dia dan berfoto. Bahkan partai Islam yang didekatinya juga merasa gatal-gatal. Jadi sebenarnya orang ini sendirian karena tidak dianggap ketika dia meloncat dari dunia maya ke dunia nyata.  Dia berjuang sendirian  hidup makan bangkai hasil ujaran kebencian yang tanpa henti.

Dalam kesendirian itu, jiwanya makin merana hingga makin tenggelam menyebarkan kebusukan. Dan dia menemukan kegembiraan dan penghiburan manakala segerombolan orang tolol menjadi pengikutnya. Mereka sama-sama makan sampah sambil tertawa-tawa.

Dan dia sangat menikmati hingga menganggap dunia maya tidak ada bedanya dengan dunia nyata.

Dia sempat sadar sebentar ketika dibujuk untuk keluar kandang mayanya memasuki kehidupan nyata. Dia sadar dunia kasat mata akan membakarnya. Namun waham keangkuhan dan gila sanjungan, membuat dia terbujuk imbauan sejumlah "tokoh besar" aliran sumbu pendek agar dia tampil di TV untuk  menegakkan apa yang mereka  perjuangan menegakkan kebenaran.

Padahal mereka sekedar ingin tahu bagaimana lucu muka dia  ketika jadi bulan-bulan di ILC dan pastinya para "tokoh besar" itu ngakak melihat dia berkilah gelagapan gemetaran.

Dan sebagaimana diketahui, akhirnya dia jadi bulan-bulanan dan kemudian diludahi ribuan cacian ketika dia berhasil dijebak Akbar Faisal. Jebakan itu sangat  telak  karena cuma butuh pengakuan "ya" dari mulutnya ketika dikonfirmasi soal fitnahnya soal Presiden Jokowi.

Dia lupa bahwa dunia nyata dibutuhkan strategi taktis untuk mengelak fakta. Tidak seperti dunia maya yang memungkinkan dia menyanggah seenaknya dengan alasan kepencet atau salah tulis. Disinilah kebodohannya akibat karakter gila hormat dari orang ini.

Tak butuh waktu lama, dia kini resmi dilaporkan ke polisi atas ujaran kebencian. Polisipun tidak sukar menjadikan dia tersangka karena bukan saja ribuan jejakdigitalnya yang kotor tetapi hanya lewat pengakuan "ya" yang lebih dari cukup

Sekarang kalau sudah begini, barulah dia bahwa ketenaran dia hanya sebatas paketan data saja. Di dunia nyata , dia tidak ada pijakan atau sandaran bahkan persembunyian. Tidak ada yang mau membelanya karena semua orang memandang dia adalah seorang pecundang kelas tissue toilet.

Pada akhirnya, dia akan tertunduk lemas ketika polisi mengulurkan borgolnya. Dan dari situ, dia akan menjalani segala kesengsaraan hidup melepaskan dunia fatamorgana.  Sendirian dalam kemiskinan karena yang selama ini dia dapat hanya pujian orang-orang tolol yang tidak menghasilkan kekayaan.

Dia juga akan sendirian dalam kenistaan.. yang semuanya bermula sangat sederhana tapi fatal . Yakni dari ceplosan  bodohnya berkata.. ya..

Kita tunggu kebodohan dia selanjutnya.

Apakah dia masih berani bilang, "Saya tidak takut..."

(Sumber: Budi Setiawan dalam facebook.com)

Post a comment

0 Comments