Inilah Penyebab Penderita Kanker Payudara Terlambat Datang Ke Dokter Untuk Memeriksa Secara Dini

Kanker payudara merupakan momok bagi kaum hawa tidak terkecuali pria karena menurut penilitian, ada 1 pria dengan kanker payudara dibanding 100 wanita dengan diagnosa yang sama.

Satu dari enam wanita (17) yang didiagnosis menderita kanker payudara mendatangi dokter dengan gejala selain benjolan di payudara dan hal ini paling sering dilaporkan, seperti  yang dipresentasikan tahun 2016 lalu oleh National Cancer Research Institute (NCRI) dalam Konferensi kanker di Liverpool.

halutsiana.com

Gejala kanker payudara, selain benjolan di payudara, yang mungkin merupakan pertanda kanker (disebut 'non-benjolan' dalam penelitian ini) meliputi kelainan puting susu, nyeri payudara, kelainan kulit, ulserasi, kelainan bentuk dan payudara yang terinfeksi atau yang meradang.

Para peneliti berhasil melakukan riset pada 2.300 wanita yang didiagnosis menderita kanker payudara di Inggris. Mereka menemukan bahwa, walaupun kebanyakan wanita dengan kanker payudara mencari bantuan dengan cepat, namun kenyataannya gejala 'non-benjolan' lebih cenderung menunda pergi ke dokter dibandingkan dengan wanita dengan benjolan payudara saja.

Entah kenapa, yang pasti Inggris bukan negara sedang berkembang seperti kebanyakan negara-negara di Asia Tenggara termasuk Indonesia.

Di Indonesia sendiri pasien yang datang ke dokter spesialis onkologi, cenderung sudah mempunyai benjolan di payudara bahkan sudah menyebar ke kelenjar getah bening. Namun pada beberapa penilitian menyebutkan bahwa ada korelasi antara tingkat pengetahuan dan uoaya deteksi dini kanker payudara.

Wanita dengan benjolan payudara dan gejala 'non-benjolan' juga cenderung menunda untuk mencari pertolongan.
Wanita yang mengalami ulserasi payudara, kelainan puting susu, infeksi payudara atau pembengkakan, lengan bengkak dan rasa sakit di ketiak cenderung menunggu lebih lama dari tiga bulan untuk mencari pertolongan.

Penelitian ini menggunakan data dari National Audit of Cancer Diagnosis di Primary Care.
Ada lebih dari 53.600 kanker payudara yang didiagnosis di Inggris setiap tahun dan 11.400 kematian akibat penyakit ini setiap tahunnya.

Monica Koo, yang mempresentasikan penulis yang berbasis di UCL, mengatakan: "Penelitian kami menunjukkan sekitar satu dari enam wanita yang didiagnosis menderita kanker payudara memiliki gejala selain benjolan payudara. Wanita ini lebih cenderung menunda pergi ke dokter dibandingkan dengan wanita dengan benjolan payudara saja."

Sangat penting bagi wanita untuk menyadari bahwa benjolan bukanlah satu-satunya gejala kanker payudara. Jika mereka khawatir dengan gejala payudara apa pun, hal terbaik yang harus dilakukan adalah memeriksakannya ke dokter segera mungkin.

Mendiagnosa kanker sebelumnya memang sangat penting untuk meningkatkan peluang bertahan hidup. Kampanye kesadaran gejala seperti kampanye Be Clear on Cancer harus terus menekankan gejala payudara selain benjolan payudara."

Dr Karen Kennedy, Direktur NCRI, mengatakan: "Penelitian ini menunjukkan bahwa, terlalu sering, wanita menunda untuk pergi ke dokter mereka dengan gejala kanker payudara. Ini bisa jadi karena orang tidak sadar bahwa kanker payudara bisa hadir dengan berbagai cara, tidak hanya melalui adanya benjolan.

Dengan penyakit seperti kanker payudara, penting untuk didiagnosis sedini mungkin sehingga rencana perawatan dapat dikembangkan dan dimulai. Terus melakukan kampanye deteksi kanker payudara akan meningkatkan kesadaran pada semua wanita yang berpotensi terkena kanker payudara sehingga mereka tahu bagaimana cara menemukan tanda dan kapan harus pergi ke dokter."

Dr Jem Rashbass, Pemimpin Public Health England Cancer, mengatakan: "Sangat penting untuk menangkap kanker payudara sejak dini. Benjolan bukan satu-satunya tanda gejala kanker payudara."

"Kami menekankan bahwa wanita harus berkonsultasi ke dokter, jika mereka melihat adanya perubahan pada payudara, seperti kelainan puting susu atau perubahan pada kulit payudara, Serta skrining payudara ditawarkan kepada wanita berusia 50-70 dan dapat membantu mendeteksi kanker lebih awal dan memperbaiki kelangsungan hidup. " Sambung dokter Jem Rashbass.

(Sumber: www.ncri.org.uk, sebuah penilitia yang rilis November 2016)

Post a comment

0 Comments