Mega: Terkadang Perawat Harus Berlaku Seperti Orang 'Munafik'

Tidak semua profesi mempunyai tugas dan tanggung jawab yang dapat menyentuh seluruh aspek kehidupan manusia seperti perawat. Pasukan putih-putih yang notabene melayani pasien mencakup dari sisi holistik harus tampil bak malaikat tanpa sayap sebagai wujud pelayanan kepada masyarakat.

Perawat dituntut untuk ramah, murah senyum dan perhatian terhadap kebutuhan pasien. Bukan hanya itu, perawat juga harus melakukan kewajibannya setiap hari kala sedang bertugas. Entah sikap perawat ini dilakukan karena terpaksa atau sudah menjadi sebuah rutinitas semata, intinya hal-hal itu harus dilakukan perawat demi pasien yang ia layani.

Namun tidak bagi Engelin Maatuil, wanita kelahiran Tahuna, 23 Desember 1990 silam mengatakan bahwa tugas sebagai perawat lebih dari sebuah rutinitas dan bukan semata-mata karena tuntutan pekerjaannya. Menurut wanita yang biasa dipanggil Mega, pelayanan sebagai perawat harus dimulai dari dalam diri kita, juga harus dilakukan bukan karena semata-mata profesi kita. Tetapi lebih daripada itu, sudah menjadi tujuan dan gaya hidup kita.

Mega merupakan wanita energik yang selalu memberi warna saat berada di lingkungan kerjanya. Sebagai perawat Siloam Hospitals Manado yang mengutamakan pelayanan sesuai visi rumah sakit diantaranya Godly Compassion, mega meyakini bahwa disinilah tempat yang tepat untuk mengimplementasi Kasih Tuhan pada orang-orang yang membutuhkan tanpa memandang latar belakang mereka.

"Saya berada disini bukan karena rutinitas saya semata sebagai perawat, tetapi saya mempunyai tujuan hidup, yaitu melayani pasien dari hati, menyentuh mereka dari berbagai sisi dengan Kasih Tuhan", kata Ns. Engelin Maatuil, S.Kep. Ns.

halutsiana.com
Engelin Maatuil, selalu care dengan pasien
Mega menyadari bahwa, Kasih Tuhan tidak bisa dibayar dengan apapun, kecuali mengikuti kehendakNya dan mengasihi Tuhan melalui orang-orang yang menderita.

Sebagai manusia, perawat harus berlaku profesional dan tidak ada kepentingan pribadi maupun kelompok. Wanita jomblo ini berpendapat, terkadang perawat harus berlaku seperti orang munafik. Saat hati sedang gundah oleh masalah pribadi,  demi pasien Mega harus menyisihkan hal itu demi pasien yang dia cintai.

"Kadang, saya harus munafik, seolah berpura-pura menahan hati yang sedih, tapi demi pasien saya harus memberi senyuman terbaik"

Ketika ditanya, kapan menikah? Mega menjawab santai sambil menyeruput secangkir kopi pahit, katanya: "Biarkan waktu yang menjawab" tutup Mega.

Post a comment

0 Comments