Biarkan Wanita Bersaing Karena Mereka Bisa Berkarya Dalam Berkarir

Realitas yang dibangun seorang wanita untuk membuat hal besar yang menginspirasi adalah penampakan yang tak tampak pada pikiran sebagian pria yang menganggap bahwa kaumnya adalah makluk sosial nomor satu di planet ini.

Padahal wanita pekerja tidak menuntut pria harus mengerti dan tahu bagaimana nadinya berdetak dan setiap ototnya bekerja, bahkan saat otak pria tidak mampu berpikir tentang logistik di meja makan, wanita tetap memikirkan itu. Realitas yang tak tampak tetaplah realitas, meskipun wanita dinomor-duakan.

Aku bukan seorang wanita tapi aku tahu bahwa kebanyakan pria bisa tegar dan sukses karena ada sosok wanita yang ada dibelakangnya (dibelakang saja sudah sukses, apalagi disamping).

(Sumber gambar: koleksi pribadi)

Seiring dengan perkembangan jaman, pria dituntut untuk tetap lapang dada menerima wanita sebagai penyaing berat dalam berbisnis, berkarir bahkan dalam mengelolah sebuah kelemahan yang tidak selamanya dimiliki oleh pria-pria didunia. Dalam hal mengelolah kelemahan, wanita jagonya.

Mereka sering terlihat tegar meskipun mereka rapuh. Dasar inilah yang membuat mereka sukses melakukan penyetaraan gender yang merupakan sebuah penerimaan tanpa rela oleh dunia pria.

Angka bunuh diri tertinggi di dunia secara gender adalah pria. Why? Karena pria merasa merekalah makhluk  terkuatdalam hadapi sebuah problem. Mereka tidak pernah curhat untuk mendapatkan kekuatan atau solusi dari orang. Keegoisan pria terkadang mengakhiri hidupnya.

Lihat wanita, mereka sering ekspresikan problem dengan air mata, atau mencurahkan isi hatinya pada seseorang yang dianggap dekat dan terpercaya, sehingga solusi suatu masalah mudah mereka dapatkan.

Jika kita melihat wanita yang sibuk bekerja dari matahari terbit hingga terbenam, itu bukan karena mereka kehilangan kodrad sebagai makhluk nomor dua setelah pria, tetapi mereka sedang menunjukan pada suami dan anak-anak mereka, bahwa berkarir bukan karena ketidakberadaan tetapi wujud dari kekuatan cinta akan keluarga. Mereka bukanlah hadiah dari Pencipta untuk kepuasan bilogis semata, tetapi lebih dari pada itu  mereka adalah kekuatan terbesar dalam sebuah rumah tangga.

Kaum pria, tetaplah realitas menerima wanita sebagai penyaing ataupun pemenang seperti kau merasakan rambut istrimu sedang bergerak oleh sesuatu yang tak kau lihat dan yang tak kelihatan itu membuat istrimu semakin cantik. Ya, persaingan akan membuat kita semakin termotivasi, wanita saja bisa apalagi kita.

Pria harus tahu bahwa yang tumbuh sebagai alis wanita bukanlah ilalang, meskipun mereka selalu memangkasnya. Semuanya hanya untuk ekspresi supaya dunia bisa tersenyum. SELAMAT HARI KARTINI.

No comments

Dilarang Berkomentar dengan menggunakan unsur-unsur SARA atau mencemarkan nama baik seseorang dalam bentuk apapun.

Powered by Blogger.