Yusril Ingatkan Amin Rais Jangan Kerjain Seperti Tahun 1999

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra mengingatkan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais agar tidak melakukan hal sama seperti tahun 1999 lalu kepada dirinya. Pernyataan tersebut keluar menanggapi koalisi keumatan yang diserukan pentolan FPI Rizieq Shihab.

Yusril mengatakan dirinya tidak mau kembali 'dikerjai' soal pencalonan seperti yang dialaminya tahun 1999. Dia meminta ada pembicaraan yang baik dan jujur. Supaya, tercapai kesepakatan memilih calon presiden dan wakil presiden yang terbaik pada pemilu 2019 mendatang.


"Mudah-mudahan tidak terulang seperti kasus 1999 saya kan ikut dikerjain saat 1999 itu. Kita berharap kali ini ada satu pembicaraan yang baik dengan kejujuran, khususnya kepada pak Amien Rais saya berharap demikian supaya kita betul-betul dapat memilih presiden dan wapres terbaik pada pemilu 2019 ini," kata Yusril di kantornya, Jakarta Selatan, Senin (4/6).

Sekadar mengingatkan, pada 1999 Yusril sempat maju dalam pilpres bersaing dengan Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Megawati Soekarnoputri. Padahal seharusnya dia menjadi calon tunggal ketika itu.

Saat itu, sepengatahuan Yusril, seharusnya Megawati dan Gus Dur tidak dapat ikut Pilpres karena telat waktu pendaftaran pada pukul 07.00. Berkas mereka juga tidak lengkap.

Lalu, sidang paripurna MPR dengan agenda pemilihan presiden dilaksanakan pada pukul 09.00. Ketua MPR saat itu Amien Rais, mengumumkan ada tiga calon yaitu Yusril, Gus Dur, dan Amien Rais. Yusril pun tidak melakukan intervensi dan peristiwa itu menjadi sejarah.

Sementara itu, Yusril menyambut baik wacana koalisi keumatan dengan Gerindra, PKS, PAN, dan PBB. Dia berharap bisa memusyawarahkan pasangan calon presiden dan wakil presiden terbaik. Wacana koalisi keumatan itu muncul ketika Prabowo dan Amien bertemu dengan Rizieq di Mekkah, Arab Saudi ketika umroh.

"Kami menyambut baik apa yang diusulkan Habib Rizieq dan sudah dibicarakan juga dengan pak Prabowo saat pertemuan dengan beliau beliau disana dan kami menganggap itu satu ide yang baik dan sudah terbentuk satu pikiran di tengah masyarakat kita seperti itu," kata dia. (Sumber: www.merdeka.com)

No comments

Dilarang Berkomentar dengan menggunakan unsur-unsur SARA atau mencemarkan nama baik seseorang dalam bentuk apapun.

Powered by Blogger.