Pergeseran Kutub Magnet Bumi Akan Menimbulkan Bencana Alam Besar

Pertukaran kutub magnet pada bumi, planet ini akan kehilangan hampir seluruh dari perlindungan terhadap badai matahari yang berisi partikel radiasi dan mempercepat evolusi makluk hidup dan berdampak sangat negatif pada kehidupan manusia, demikian perdekisi ahli geologi, Andrew Roberts dari Australian National University.

Sebuah lubang telah muncul tanpa kendali pada lapisan medan magnetik Bumi
"Medan magnet Bumi, yang telah ada setidaknya selama 3.450 juta tahun, memberikan perlindungan terhadap dampak langsung dari radiasi matahari," jelas Andrew Roberts dari Australian National University.

Menurut Profesor Roberts, "Bahkan dengan medan magnet yang kuat di Bumi, kita masih rentan terhadap badai matahari yang dapat merusak mehidupan manusia dan sistem kelistrikan kita."

Pembalikan medan kutub akan memiliki efek yang jauh lebih besar daripada badai matahari tahun 1859. Pada saat itu, badai sebesar ini akan menyebabkan kerusakan serius pada jaringan listrik dan sistem komunikasi.

Posisi kutub bukanlah fitur konstan atau tetap pada planet bumi. Secara berkala, kira-kira sekali setiap 450.000 atau satu juta tahun, kutub utara dan selatan bertukar posisi, yang menunjukkan jejak-jejak dalam struktur tanah liat kuno dan batu vulkanik.

Dua tahun lalu, ahli geologi dari Universitas Rochester (AS) menemukan anomali magnetik sangat tidak biasa di Afrika Selatan di sungai Limpopo , di mana intensitas medan magnet menurun tajam beberapa kali dan jatuh ke tingkat kritis rendah pada abad XIII-XVI.


Ini adalah indikasi pertama bahwa pembalikan kutub Bumi tidak terjadi begitu saja tetapi pada titik-titik tertentu dengan sifat anomali cuaca. Gempa bumi besar benar-benar akan terjadi beberapa kali seperti di masa lalu.

Jika demikian, lapisan magnet magnet planet bumi menghilang maka hampir sepenuhnya dipastikan perubahan sumbu kutub akan terjadi, sehingga Matahari dapat membombardir Bumi dengan partikel bermuatan radiasi. Jenis bencana ini, menurut para peneliti, mempercepat evolusi hewan dan tumbuhan di Bumi, mengganggu migrasi burung dan hewan migran lainnya. 

Sementara itu, hal ini akan menyebabkan masalah dengan jalur transmisi dan menghancurkan semua satelit di orbit. Para ilmuwan berharap bahwa umat manusia memiliki waktu untuk mempersiapkan perubahan selanjutnya sebelum hal itu terjadi. (Sumber)

No comments

Dilarang Berkomentar dengan menggunakan unsur-unsur SARA atau mencemarkan nama baik seseorang dalam bentuk apapun.

Powered by Blogger.