Benar, Salib Ada Jin Kafir Jika Diberhalakan

Beberapa hari terakhir ini media sosial dihiasi oleh berita-berita bernuansa SARA yang dipicu oleh ocehan dari mereka yang punya predikat tokoh masyarakat maupun tokoh agama.


Ramainya pro kontra atas ucapan Ustad ternama yang menjadi panutan umat  Islam membuat umat Kristiani merasa tersakiti.

Sebagai orang Kristen sejati, saya sangat mengerti dengan maksud ustad yang mengatakan bahwa dalam salib ada "Jin Kafir".

Umat  Kristen tidak perlu menghakimi bahkan melaporkan ke Polisi untuk meminta pertanggungjawaban Ustad Somad.

Penulis sangat paham, bahwa yang dimaksud dengan ada Jin Kafir dalam salib adalah ketika orang kristen berdoa menghadap salib dan dianggap memberhalakan  salib sebagai suatu benda yang mempunyai kekuatan supranatural.

Sebagaimana para leluhur yang berhalakan bawang putih, Kencur, batu, pohon dan lain sebagainya, yang dipergunakan untuk kepentingan supranatural.

Mungkin saja, ustad  beranggapan bahwa setiap salib yang ada di dalam gedung gereja, rumah umat kristen atau dalam gedung organisasi-organisasi kristen, semuanya untuk disembah karena mengandung kekuatan supranatural.

Sejatinya, salib adalah simbol atau lambang kemenangan umat Kristen dimana telah terjadi peristiwa besar sebagai implementasi janji Allah untuk menyelamatkan umat Manusia.

Dengan kata lain, melalui peristiwa penyaliban Yesus Kristus, umat kristen diselamatkan.

Umat kristen tidak menyembah salib, tetapi salib sebagai simbol atau tanda yang mengingatkan Pengikut Kristus bahwa mereka telah diselamatkan oleh pengorbanan Yesus Kristus.

Ketika saya memandang dan berdoa didepan salib, saya bukan menyembah salib dan patung Yesus, tapi saya teringat akan Yesus yang berkorban demi saya dan para pembaca.

Salib bukan Jimat
Saya berdoa dihadapan salib, mengucap syukur, bukan untuk menakuti setan seperti halnya pada film-film horor.

Jika saya memakai cincin pemberian sang pujaan hati saat menikah hingga sekarang, bukan artinya saya menyembah cincin tersebut.

Tapi cincin tersebut mempunyai nilai history yang mahal, sebagai simbol cinta yang telah disatukan melalui sebuah pernikahan kudus.

Melalui cincin saya teringat bagaimana saya dicintai tanpa syarat dan sang pujaan hati menerima saya apa adanya.

Kira-kira seperti itu makna salib yang tertanam dalam hati umat kristen.

Lantas, siapakah yang disalahkan? Yang pasti, Ustad Somad tidak salah, tidak perlu dipenjarakan.

Jika benar kita mengampuni tanpa syarat, kita tidak perlu mengmejahijaukan ustad Somad. Meskipun kita tinggal di negara hukum.

Karena urusan penghinaan adalah urusan orang yang menghina. Tugas kita adalah mengampuni dan pembalasan adalah hak Tuhan.

Untuk selanjutnya, umat Kristen harus sadar bahwa salib adalah identitas dan peristiwa Jin Kafir harus terjadi supaya semua orang tahu bahwa melalui salib,  kita sudah diselamatkan.

Lagi pula, UAS sudah klarifikasi bahwa ceramah itu dilakukan dalam ruang tertutup untuk kalangan sendiri. Meskipun video itu tertera water mark @KAJIANUSTADABDULSOMAD dan sempat bertengger di IG dengan privasi public. Artinya siapa saja bisa melihat meskipun Khutbahnya di ruang tertutup.

Ingat bahwa orang yang tidak mengerti tentang kita adalah orang  yang bukan bagian dari kita dan tak perlu marah atas ketidak-pahaman mereka

Cara agar mereka memahami arti iman kita adalah dengan menjadi bagian dari mereka yaitu mengasihi sebagaimana kita mencintai diri kita.

No comments

Dilarang Berkomentar dengan menggunakan unsur-unsur SARA atau mencemarkan nama baik seseorang dalam bentuk apapun.

Powered by Blogger.