Probowo Ke Pemerintah, Runtuhnya Kerajaan Kampretos

Masuknya Gerindra dalam jajaran pemerintahan sudah diprediksi oleh beberapa pengamat setelah Prabowo Subianto bertandang ke istana dalam rangka memenuhi undangan Sang Presiden.

Sambutan positif dan optimisme berhamburan dari Netizen +62 Pro NKRI menghiasi cuitan jagad media sosial.

Namun tidak sedikit pula yang yang meragukan niat baik Prabowo And The Geng.

Ada yang beranggapan, Gerindra bisa saja menjadi Duri Dalam Daging bagi pemerintahan Jokowi Jilid Dua, ada pula yang meyakini bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk kebangkitan Indonesia menjadi raksasa perekonomian dunia.


Denny Siregar, penggiat  media sosial pernah menulis bahwa masuknya Gerindra akan seperti PAN yang semula menjadi Oposisi, mendapat jatah menteri, kemudian menjadi oposisi lagi.

Berkaca dari PAN adalah rasa khawatir yang objektif karena mereka memiliki Amin Rais yang sejatinya 'Orang Jahat' menjadi 'Orang Baik' karena menyerang pemeritah.

Apalagi Gerindra memiliki Fadli dan Bang Andre yang sangat militan meskipun cara berpikir mereka terkadang lebih dekat dengan nalar berpikir seeokor unta yang bibirnya tebal dan tahan pada duri yang disantapnya.

Terlepas dari rasa khawatir diatas, kita sekarang memiliki presiden yang bukan hanya duduk ongkang-ongkang kaki tanpa peduli pada rakyat.

Jangan takut, jeritan Ibu Pertiwi yang sedang sakit melahirkan telah sampai ke telinga sang Ahli Strategi, Presiden kita, Joko Widodo.

Kembali lagi pada Gerindra. Percayalah pada Jokowi, PAN mendapat jatah menteri pada saat itu semata-mata sebagai strategi untuk mengporak-poranda oposisi di parlemen dengan sebutan Koalisi Merah Putih (KMP), yang konon di sini-lah asal muasal sebutan KAMPRETOS.

Dengan strategi itu, kondisi bangsa Indonesia menjadi tenang dan terhindar dari kegaduhan yang dibuat oleh Koalisi Merah Putih (KMP), yang konon digadang sebagai koalisi permanen.

Keluarnya PAN dari KMP sebagai titik awal keruntuhan KMP.

Pada prisipnya iblis tetaplah iblis, usaha untuk menyatukan Aurora dengan Maleficent gagal total. Mana mungkin Aurora merupakan manusia dapat bersatu dengan Maleficent yang notabene adalah iblis, walaupun keduanya memiliki rasa iba yang sama.

Gerindra dan Prabowo ke pemerintahan adalah strategi untuk merontokan kekuatan para pembela agama yang konon menumpang pada Gerindra untuk mewujudkan cita-cita dari paham radikalis. Entahlah, agama dan tuhan macam-mana yang perlu dibela karena kelemahannya.

Lihat saja PAN, waktu menjadi oposisi, lalu dukung pemerintah, kemudian oposisi lagi, akhirnya persentase suara mereka nyunsep meskipun memiliki kenaikan pada jumlah suara.

Gerindra pun akan bernasib seperti PAN, mereka tidak tahan terhadap kejujuran Jokowi, akhirnya jadi oposisi lagi dan suara di parlemen juga nyunsep pada pemilu tahun 2024.

Begitulah siklus kehidupan unta, terkadang terlihat tahan haus (kekuasaan) namun  saat diberikan air, unta mampu meminumnya 130 liter hanya dalam waktu kurang dari 10 menit.

Prabowo dahulunya orang jahat, karena dia bagian dari pemerintah orde baru dan dicap penculik. Kemudian dia menjadi orang baik karena menjadi oposisi dan ikut menyebarkan hoax operasi plastik inisial RS.

Sekarang, belum dapat di pastikan strategi Jokowi namun sudah bisa ditebak arah dan langkah bidak catur yang dimainkannya.

Jangan seruput kopi, air putih saja, biar sehat.

Post a comment

0 Comments