Keracunan Chloroquine, 3 Warga Nigeria Masuk Rumah Sakit

Obat antimalaria, Choloroquine yang menjadi pembicaraan publik kembali memakan korban. Namun ini bukan kejadian di Indonesia melainkan di Nigeria, dimana di laporkan 3 warga Nigeria keracunan obat Choloroquine.

Pejabat Kementerian Kesehatan Nigeria memperingatkan warganya perihal mengkonsumsi obat yang santer bisa menyembuhkan virus Corona.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump pernah mengklaim bahwa obat Choloroquine dapat menyembuhkan COVID-19 yang lagi mewabah di seluruh dunia.


Dalam rapat di gedung putih, Trump mengatakan bahwa Food and Drug Administration (FDA) telah menerima obat obat Choloroquine sebagai obat pereda infeksi COVID-19.

Namun ternyata FDA belum menyepakati bahwa Choloroquine boleh digunakan untuk pengobatan penyakit yang disebabkan oleh Virus SARS-COV-2 ini.

Kenaikan harga Choloroquine di seluruh dunia tidak terlepas dari pernyataan Trump. Detikcom melaporkan bahwa di Nigeria, harga obat ini naik 400% hanya dalam hitungan menit.

Di Indonesia, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa obat antimalaria ini, merupakan produksi dalam negeri yaitu PT Kimia Farma yang merupakan perusahan BUMN.

"Hari ini saya sampaikan dengan Chloroquine, barang ini adalah produksi Indonesia, produksi Kimia Farma. Yang pertama, saya sampaikan klorokuin ini adalah bukan obat first line, tapi obat second line, karena memang obat COVID-19 ini belum ada, dan juga belum ada antivirusnya," kata Jokowi di RS Darurat COVID-19 di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020).

Berbicara tentang Chloroquine sebenarnya bukan obat utama, tapi hanya pilihan kedua seperti yang dikatakan Jokowi. Untuk itu sangat diharapkan masyarakat tidak menimbun obat ini untuk dijual bebas karena efek samping yang kuat, sehingga resep dokter harus digunakan.

Sumber: detikcom

Post a Comment

0 Comments