Pengertian Warna Zona Pada Peta Penyebaran COVID-19

Maluku Utara menjadi salah satu provinsi yang terbilang cepat perkembangan jumlah terkonfirmasi COVID-19. Betapa tidak, dalam 3 hari terakhir jumlah positif COVID-19 di provinsi seribu pulau hampir mendekati angka 100, padahal sebelumnya grafiknya terbilang landai.

Jika melihat peta penyebaran yang dirilis oleh gugur tugas setempat, nyaris terlihat seperti lukisan yang didalamnya terdiri dari warna-warna yang tidak biasa pada sebuah gambar peta.
Contoh Peta penyebaran COVID-19 Maluku Utara

Ada yang banyak netizen yang bergumam, daerah A sudah menjadi zona merah yang merujuk pada tampilan warna peta penyebaran virus SARS-COV-2. Ada warna merah, kuning, orange, dan hitam.

Seperti yang kita ketahui bahwa pengkodean penyebaran virus SARS-COV-2 biasanya dilokalisasi dengan kode zona sesuai warna yang disebutkan di atas. Secara epidemiologi beberapa pengkodean yang dipakai misalnya hijau, kuning, oranye, atau merah untuk pemetaan tingkat keparahan penyebaran infeksi. Berikut penjelasannya dikutip dari New England Complex Systems Institute.

1. Zona hijau

Wilayah yang diberikan label zona hijau berarti wilayah tersebut belum memiliki penyebaran yang terinfeksi atau belum terkontaminasi oleh COVID-19.

Akan tetapi dalam praktek pencegahan agar daerah atau wilayah ini tetap berada pada zona hijau, pemerintah dan warganya akan semakin ketat dalam menjalan prosedur kesehatan seperti jaga jarak, cuci tangan dan pakai masker.

Bukan hanya itu, orang yang masuk ke daerah tersebut harus melewati beberapa prosedur yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Orang-orang yang baru saja berkunjung ke zona kuning, orange, atau merah akan disarankan untuk melakukan karantina mandiri selama 14 hari demi menjaga daerahnya tetap pada zona hijau.


2. Zona kuning

Zona kuning, mempunyai kemiripan dengan zona hijau hanya dalam hal pencegahan karena pada zona ini wilayahnya yang terdapat beberapa kasus penularan lokal tanpa adanya penularan dalam bentuk komunitas. Upaya yang bisa dilakukan untuk menahan laju penyebaran adalah mulai mengidentifikasi kasus yang dikonfirmasi, melakukan skrining, melakukan uji kesehatan hingga isolasi mandiri.

3. Zona oranye

Zona ini merujuk pada wilayah yang dekat dengan zona merah. Area ini juga merupakan daerah yang telah melaporkan kasus namun tidak ada lonjakan kasus positif dalam waktu dekat.

Langkah pencegahan yang bisa dilakukan di antaranya tidak bepergian sementara, hindari pertemuan sosial, melakukan disinfeksi tempat-tempat umum, melakukan tes pada masyarakat yang menunjukkan gejala, menjaga jarak, dan melakukan isolasi mandiri.

4. Zona merah

Zona merah adalah wilayah dengan banyaknya kasus yang dikonfirmasi. Pada zona ini, kebijakan lockdown mulai diberlakukan untuk menghindari bertambahnya kasus dan korban akibat penyakit menular.

Saat suatu wilayah ditetapkan sebagai zona merah maka segala kegiatan harus dilakukan di rumah. Pembatasan perjalanan juga semakin ketat dilakukan, menjauhi kontak dengan orang luar, menjaga kebersihan, mengkarantina pasien yang positif, dan membuat fasilitas khusus untuk mereka.

5. Zona hitam

Beberapa daerah di Indonesia menggunakan pengkodean dengan zona hitam. Artinya di wilayah tersebut kasus infeksi dan penularan COVID-19 sudah sangat banyak dan adanya lonjakan kenaikan kasus per hari.

Kepala Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia, Dr dr Tri Yunis Miko Wahyono, MSc, menjelaskan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk merubah 'zona hitam' kembali ke hijau.

Tahapan pertama yang penting dilakukan adalah dengan menutupnya mal-mal di Surabaya. Kemudian fokus pada daerah atau RW, kelurahan kecamatan, yang banyak kasusnya untuk diisolasi. Selain itu 80 persen penduduk harus bekerja dari rumah.


Post a comment

0 Comments