Mungkinkah Seseorang Bisa Terinfeksi Dua Kali Oleh Covid-19? Ini Penjelasannya

Pandemi COVID-19 telah membuat banyak perubahan kebiasaan pada banyak orang. Cuci tangan, jaga jarak dan di rumah saja telah mengubah pola sosialisasi manusia hingga menjadi sesuatu yang normal.

Bagi beberapa orang rasa takut terhadap corona virus merupakan hal berlebihan karena angka kematian yang rendah dari penyakit lain seperti diabetes, hipertensi, gangguan ginjal dan penyakit kormobid lainnya.

Namun bagaimana dengan orang-orang yang telah sembuh dari COVID-19, apakah memiliki potensi untuk terinfeksi lagi?

Banyak kabar dari berita-berita di media masa yang isinya tentang pasien yang dinyatakan negatif namun setelah beberapa minggu terkonfirmasi positif kembali. Ini adalah berita benar akan tetapi apakah pasien tersebut benar-benar terinfeksi SARS-COV-2?

Para pakar kesehatan sepakat dan hampir dapat dipastikan bahwa virus corona tidak mudah menginfeksi lagi pasien yang sudah pernah terinfeksi. Lantas, bagaimana bisa seseorang yang sudah negatif, kemudian hasilnya kembali positif?

Mereka yang pernah dinyatakan positif kemudian sembuh dan positif setelah keluar dari rumah sakit, ada kemungkinan masih adanya bangkai virus berupa sisa DNA sel yang akan terbaca positif jika pasien tersebut melakukan uji swab.

Sama halnya dengan orang yang dinyatakan positif tanpa gejala. Selain viral load yang rendah, ada kemungkinan orang itu terpapar dengan sisa bangkai virus corona hasil dari mencuci tangan dengan hand sanitazier.

Inilah salah satu kelemahan PCR (polimerase chain reactor) atau biasa disebut uji swab, yaitu membaca enzim pada DNA virus, bukan menentukan apakah virus sudah mati atau hidup.

Jadi, sangat tidak relevan jika dua atau tiga bulan orang tersebut masih postif, kemudian dikaitkan dengan terinfeksi COVID-19 berulang.

Sebuah penelitian di Amerika Serikat yang dilakukan oleh Dr. Philip Landrigan, direktur global public health, di Boston mengungkapkan bahwa virus corona tidak meginfeksi kedua kali pada orang yang sama. meskipun demikian, antibody yang dibangun oleh tubuh bisa saja hilang dalam beberapa bulan.

Jika benar orang bisa terinfeksi corona yang kedua kali, maka itu akan merusak "tiket" seseorang kembali bekerja setelah dinyatakan sembuh oleh dokter. Dan mungkin tidak perlu berharap pada vaksin karena ketahanan terhadap Covid 19 hanya bersifat sementara.


Post a comment

0 Comments