Masyarakat HALUT, Ini Akibat Kalau Memberi KTP Pada Oknum Tim Sukses

Di masa PILKADA ini banyak tim sukses yang melakukan strategi black campaign tanpa memikirkan keamanan data privasi masyarakat. Pengumpulan KTP misalnya.




Entah maksudnya apa, di beberapa tempat di Halmahera Utara disinyalir telah terjadi aksi pengumpulan KTP yang dilakukan oleh oknum salah satu PASLON Bupati stempat.

"Baru2 dong sabalah ada kumpul KTP deng scan KTP (Lia foto hasil kumpul KTP)", tulis salah satu pengguna facebook Tobelo Diorin.

Pengumpulan KTP seperti ini sangat berisiko untuk keamanan data masyarakat. Untuk itu, sebaiknya jangan mau apabila ada oknum yang meminta scan atau fotocopy KTP.

Data KTP-el dan Nomor HP yang sudah kita sebarluaskan tak ada jaminan data tadi aman dan tidak dibagikan ke pihak lain sehingga muncul banyak penipuan.


NIK pada E-KTP bisa diubah menjadi rupiah misalnya untuk registrasi SIM CARD pada seluler. Perlu diketahui bahwa 1 NIK hanya bisa meregistrasi 3 nomor hp.

Apabila lebih, operator seluler yang bersangkutan melaporkan NIK yang mendaftarkan banyak nomor tadi setiap tiga bulan secara berkala.

Pernah beli sim card perdana yang siap pakai tanpa registrasi? Selamat anda menggunakan sim card dengan data NIK orang lain.

Mereka membuat kemudahan untuk melariskan dagangan mereka jadi jangan tertipu saudara. Tapi sekali lagi itu hanya oknum, tidak semua penjual itu nakal.

Demikian juga tidak semua PASLON Bupati itu akan melakukan politik dinasti seperti yang sudah-sudah.

Kalau sudah begitu, biarkan hati nurani saudara berbicara. Tapi kalau hati nurani saudara tidak bisa bicara, mintalah petunjuk pada Tobelo Diorin, dia akan memberitahu anda alasan mengapa jangan pilih FM.

Post a comment

0 Comments